Mengejar Mimpi

Kamis, 13 Maret 2014




 Aku punya mimpi.
Mimpi yang (mungkin) semua orang juga ingin melakukannya.
Mimpi yang selama ini masih ku pendam.
Mimpi yang selama ini sudah terkubur terlalu lama.
Dan aku ingin mengejarnya.

*****

Aku diam beberapa saat. Berfikir sejenak, untuk me-review kembali semua kegiatan yang telah ku lakukan belakangan ini. Belajar, membantu orang tua, makan, tidur, mandi, jalan-jalan. Semua kegiatan itu seakan berputar mengelilingi kepalaku saat ini.

Ada seseorang, yang bagiku, ia adalah panutan. Guru terkece yang selalu mengajariku dengan cara beliau sendiri. Dan sore ini, beliau berkata sesuatu. Sesuatu yang membuatku berfikir. Sesuatu yang membuatku tersadar. Ya, aku baru menyadari kalau akhir-akhir ini mimpiku telah terkubur. Tanpa sadar, mimpiku sudah terperosok jauh ke dalam jurang. Yang bodohnya, aku abaikan begitu saja!

Terima kasih, Pak! Anda telah menyadarkan aku sebelum waktunya terlambat. Aku akan mengejar mimpiku lagi. Karna aku tak ingin mengecewakan orang yang menyayangiku.
Terima kasih, Pak! Aku sangat beruntung karna bisa mengenal Anda. Berkat Anda, aku teringat kembali pada mimpiku. Mimpi yang selama ini secara tak sengaja sudah ku buang begitu saja. Hanya karna demi seorang cowok yang bahkan tak pernah menghargaiku.

*****

Anda memang benar, Pak! Mimpiku terkubur karna aku telah mengenal apa itu 'cinta'. Meskipun aku tau, terlalu muda untuk bicara tentang 'cinta'. Aku sudah terlalu bodoh! Karna sudah merelakan hampir 2 bulan lamanya hanya untuk menangis, memikirkan, dan peduli dengan seorang cowok yang bahkan tak pernah menganggapku.

Bodoh! Sangat bodoh, memang!
Tapi, aku tak ingin jadi orang bodoh lagi.
Aku ingin belajar untuk melupakannya.
Dan mengejar mimpiku lagi.






 Tenang, Pak!
Kali ini aku tak akan mau menyerah lagi. Membiarkan seorang pun akan merebut mimpiku. Mimpi yang sudah aku rencanakan sejak dulu. Mimpi yang sudah ku goreskan dalam setiap memori hidupku. Dan aku tak akan membiarkan seorang pun akan menghapusnya begitu mudah.

*****

 Aku punya prinsip hidup: "Tidak ada kata terlambat untuk menjadi orang yang lebih baik."
Ya, bagiku masih ada kesempatan. Dan aku harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Aku tak ingin menjatuhkan barisan mimpiku untuk kedua kalinya. Hanya untuk Cinta Monyet Bodoh ini!

Aku masih kelas 2 SMP! Terlalu muda untuk kenal cinta, sayang, sakit hati, setia, selingkuh, dan kata-kata puitis lainnya. Yang ku tahu saat ini, aku seorang remaja, pelajar, dan aku punya mimpi. Setinggi apa pun mimpi itu, aku harus bisa meraihnya.

Sesulit apa pun mimpi itu, aku harus bisa mendapatkannya.
Berusaha semaksimal yang aku bisa.
Lagi pula, aku masih muda! Apalah arti putus cinta bagi orang se-usiaku?
Menurutku, hanya perasaan yang dilebih-lebihkan saja.

*****

Mungkin, ini yang disebut move on.
Tapi yang jelas, aku punya mimpi.
Mimpi yang sempat tertunda hanya karna cinta bodoh!
Dan berkat seorang guru, aku bisa kembali bangkit!
Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini lagi.
Meskipun aku pernah berucap "Tak ada kata terlambat untuk menjadi orang yang lebih baik."
Bukan berarti kita bisa melewatkan waktu untuk kesalahan yang sama.
 


 Terima kasih, Pak "F"


Kau kenapa?

Sabtu, 08 Maret 2014

Aku tak mengerti.
Kini, semua terasa berbeda.
Akhirnya, hal yang ku takutkan memang benar terjadi.
Itulah alasannya! Kenapa aku lebih memilih untuk diam, daripada mengungkapkannya.

*****

Aku tau, semua masalah ini berawal dariku. Mulai dari perubahan sikapku, rahasia tentang alamat website-ku, hingga alasan mengapa aku menjauhimu.

Tapi, sekarang aku mencoba untuk memperbaiki semuanya. Aku akan belajar untuk melupakanmu. Dan menjadi temanmu seperti sediakala.

Tapi, disadari atau tidak, aku merasa kini kau yang menjauhiku. Aku tau, mungkin kau masih marah dengan sikapku. Atau kau tak suka jika tau kalau aku punya perasaan denganmu.

Tapi, dua hal yang kau harus tau dan mengerti!
1.) Aku ingin memperbaiki kesalahanku.
2.) Aku tak akan menyukaimu lagi.

*****

Kawan, aku sangat sadar! Aku punya banyak kesalahan. Maka dari itu, aku minta maaf. Jika menurutmu, aku masih punya kesalahan yang belum ku sadari, tolong! Bisa kau sadarkan aku? Paling tidak, kau bicara langsung padaku. Jujur, aku tak suka menerka-nerka seperti ini.

Tapi, jika aku boleh menduga, mungkin kau menjauhiku karna kau tau, kalau aku menyukaimu. Aku sangat sadar! Kau sudah punya pasangan. Aku tak pantas bicara seperti itu. Itulah sebabnya, ku rasa lebih baik dipendam saja.

Tapi, di luar dugaanku, salah satu temanku memberikan alamat website-ku. Hingga kau membacanya dan BOOMM!!!

Kini, kau tau segalanya.

*****

Maaf, aku tak bermaksud mengganggu hubunganmu. Aku juga tak bermaksud untuk menjauhimu. Aku melakukan semua ini karna aku ingin melupakanmu. Bisa ku pertegas hal itu?

Entah, sudah berapa kali aku mengetik kalimat yang maknanya sama. Dan syukurlah, sekarang aku bisa move on darimu.

*****

Tapi, ada apa denganmu sekarang?
Kenapa disaat aku kembali menjadi temanmu, kau malah menjauhiku?
Apa kau masih belum memaafkanku?
Apa kau ingin membalas sikapku?
Atau kau menjauhiku karna kau tau kalau aku menyukaimu?

Jika pertanyaan terakhir itu benar, aku akan menjelaskannya padamu.

Sekarang, aku tak menyukaimu lagi. Tenang! Aku tak akan berharap apa-apa lagi. Maaf, jika selama ini aku terlalu banyak menuntut. Aku memang tak tau diri! Bayangkan saja, aku hanya seorang teman tak berguna. Bahkan tak pernah kau anggap! Tapi, aku minta kau menghargaiku? Apa-apaan ini?!

*****

Dalam postingan kali ini, aku hanya ingin menyampaikan suatu hal padamu.

Jika kau sudah membaca postinganku yang berjudul Try Again! Kau akan tau, alasanku kembali menjadi sosok Atika yang kau mau.

Tapi, ketika aku menjadi sosok Atika yang ceria, justru kini aku merasa kehilangan sosokmu yang dulu. Ya, aku merasa kau menjauhiku. Entah, karna alasan apa.

*****

Kawan, bisakah kita berteman seperti dulu lagi?

*****

Tak Dianggap!

Kamis, 06 Maret 2014

Aku terdiam memperhatikanmu.
Mimik yang jarang sekali ku dapatkan dari seorang sepertimu.
Saat itu, aku baru mengenal sisi lain darimu.
Sisi lain yang tak pernah kau perlihatkan.
Sisi lain yang(mungkin) selama ini selalu kau sembunyikan.
Sisi lain yang tak pernah disadari oleh banyak orang.
Sisi lain yang sangat jauh berbeda dari sikapmu biasanya.
Dan aku baru menyadarinya.

*****

Siang itu, aku menangkap pemandangan yang tak biasa. Mataku tersorot ke satu arah yang duduk di sudut ruangan.

Tatapanmu kosong dengan kedua kaki yang kau lipat di atas kursi. Terdiam dan melamun di tengah keramaian. Dimana setiap orang sedang sibuk bicara dan saling mengobrol, sedangkan kau hanya duduk termangu seperti patung.

Sesekali, aku melirikmu. Entah, kau menyadari itu atau tidak. Aku menangkap segenggam masalah dari gurat wajahmu. Terlihat, kau sedang memikirkan sesuatu. Sesuatu yang rumit.

*****

Aku tak ingin banyak menduga. Terlalu sok tahu. Dan jadi orang kepo seperti yang pernah kau sebutkan padaku.

Hanya saja, aku merasakan hal yang berbeda saat melihat mimik wajahmu saat itu. Tapi, belakangan ini aku baru sadar. Kau juga memperhatikan sosok orang lain.

*****

Oh Tuhan! Bodohnya aku! Aku memperhatikanmu dan kau memperhatikan dia!

Kau bahkan tak menyadari kehadiranku. Hanya menatapnya dan terus menatapnya.

*****

Dalam sepenggal cerita ini, aku (semakin) sadar. Aku memang tak pernah dianggap. Tak pernah dipandang. Tak pernah dilihat. Dan tak pernah disadari kehadirannya.

Hanya sebagai bayangan yang selalu tertutup dan terinjak.
Hanya sebagai angin yang berlalu dan dirasakan tanpa bisa terlihat wujudnya.
Hanya sebagai udara yang bisa membuatmu bernafas tanpa bisa kau sentuh.
Hanya sebagai air yang membasahi wajahmu tanpa bisa membasuh luka.

*****

Sekarang aku sudah terlalu sadar. Saking sadarnya, aku bahkan menyadari kalau selama ini aku hanya sebagai...

Entahlah. Aku juga bingung. Kau tau? Dipermainkan itu terlalu menyakitkan, kawan!

I'm Tired~

Senin, 03 Maret 2014

Aku lelah. Sangat lelah.

Aku menarik nafas pelan. Dan menghembuskannya dengan kuat.
Seakan melemparkan masalahku dan membiarkannya tertiup angin hingga berlalu.
Berharap, hanya dengan cara itu masalahku bisa terselesaikan.
Berharap, waktu akan segera berlalu dan aku bisa kembali bebas.

*****

Kepalaku langsung terasa pusing, jika mengingat tugas-tugas yang menggunung setinggi G. Everest.

Tenggorokanku rasanya sakit. Terlebih, ketika membayangkan tugas itu satu per satu. Kini, aku bagai beradu lari dengan waktu. 1 detik, sekarang jadi waktu yang berharga. Tapi, masih saja ku sia-sia kan.

*****

Terkadang, aku capek sekali. Aku ingin hidup bebas. Terlepas dari beban. Sebentar saja.

Aku ingin istirahat. Melupakan sejenak masalah yang ku panggul di bahuku.

Aku ingin tidur sejenak. Melepas beban yang ku angkat tiap hari.

Aku ingin bebas sesaat. Mengurangi tugas yang selalu menguras tenaga dan pikiranku.

*****

Sekarang, kelopak mataku hanya berjarak 1,5 cm. Bibirku mulai kering. Keletihan sudah mencapai puncaknya. Tapi, satu pun masalah belum terselesaikan.

Kadang, aku berfikir sejenak. Bisakah aku melepaskan masalah ini? Kabur beberapa menit hanya untuk melepaskan batu besar yang ku angkat? Aku lelah, Tuhan. Segala cara sudah ku lakukan. Bersabar, teguh, percaya diri, dan berusaha untuk jujur. Tapi, semuanya masih belum berhasil. Lalu? Apa lagi yang harus ku lakukan?

Tuhan, aku ingin istirahat sejenak..
Masalah ini terlalu berat.
Tapi, aku akan tetap teguh dan kuat.
Aku tahu, Engkau pasti punya rencana yang lebih baik dari apa yang aku harapkan.

*****

Tuhan, bisakah kau ajarkan aku bagaimana caranya menyelesaikan masalah?
Masalah ini begitu banyak, besar, dan berpengaruh.
Sulit, untuk ku selesaikan seorang diri.

Tuhan..
Aku tahu Engkau..
RencanaMu lebih indah dari apapun

Aku akan mencoba untuk tetap bersabar, teguh, dan percaya diri.
Tapi, jujur kini hanya Keberanian yang masih aku miliki.

Aku akan terus berani!
Tak akan takut.
Meskipun masih lelah, aku yakin waktu istirahat itu akan ada.
Akan tiba, jika sudah waktunya
Jadi, jika aku sudah lelah tapi waktu istirahat itu belum ada, itu artinya, "waktu istirahat itu belum datang. Dan itu berarti, aku harus tetap bertahan."

Itulah yang sedang aku lakukan saat ini.

Try Again!

Sabtu, 22 Februari 2014

Apa aku harus benar-benar jadi seperti dulu lagi?
Berteman denganmu dan mencoba untuk menghilangkan perasaan itu.
Entahlah, aku tak begitu yakin dengan saran ini. Tapi, aku juga tak menutup kemungkinan, kalau aku akan melakukannya.

*****

Iya emg, sma kyk apa yg aku lakuin skrg. Aku gk brusaha utk lupain dia, aku hnya brusaha utk mengurangi sdikit demi sdkit prasaan ku ke dia dan tetap bertahan sbgai temannya :" - Iyasa Nindya

Mengurangi sedikit demi sedikit perasaanku dan tetap bertahan sebagai temanmu. Itu adalah dua hal yang sulit ku lakukan secara bersamaan. Bayangkan saja! Melupakanmu dengan cara menjauhimu saja, sulitnya setengah mati. Bagaimana jika aku tetap bertahan menjadi temanmu?Jujur, aku ragu dengan saran ini. Tapi, entah kenapa, aku melakukan saran ini.

*****

Dengan keberanian yang ku punya, ku kirimkan pesan padamu. Ku tunggu, jawaban darimu. Apa pun yang akan terjadi, aku akan menerimanya. 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, Oh Tuhan, menunggu pesanmu, membuatku hampir gila!

Aku takut, reaksimu nanti akan berbeda. Entah kau marah padaku, tetap bersikap baik, atau malah bertingkah sama sepertiku, jutek.

Aku kembali menunggu. Hingga, ku dapatkan balasanmu. Ternyata reaksimu masih sama seperti dulu. Hanya saja, kau lebih sering memakai emoticon, sekarang.

Apa kau tau? Aku benar-benar bingung dengan obrolan kita saat itu. Tiba-tiba saja, aku berubah menjadi seseorang yang sangat jujur. Saking jujurnya, semua pertanyaan ku keluarkan begitu saja.

Sedangkan kau? Hanya menjawab dengan perkataan "iya" atau "gpp" aku mengerti itu. Mungkin, kau begitu karena obrolan kita yang (menurutku) membosankan atau karna kau masih marah atas sikapku akhir-akhir ini.

*****

Ku harap, kita bisa berteman lagi seperti dulu. Aku sangat sadar, kekacauan ini, aku sendiri yang membuatnya. Maka dari itu, aku ingin memperbaikinya.

Kau tenang saja. Aku akan mencoba untuk menghapus 'perasaan itu'. Aku tak akan berharap lagi. Aku akan mencoba saran dari sahabatku itu. (Jangan tanya, apa maksud dari 'perasaan itu')

*****

Bodoh!

Jumat, 21 Februari 2014

Terlalu bodoh, hingga kau tak menyadarinya!
Terlalu bodoh, hingga kau tak memahami maksudnya!
Terlalu bodoh, hingga kau tak pernah mengerti!
Terlalu bodoh, hingga kau tak tau!
Terlalu bodoh, hingga kau tak peka!
Terlalu bodoh, hingga kau merelakan begitu saja!
Terlalu bodoh, hingga kau biarkan begitu saja!
Terlalu bodoh, hingga kau lepaskan begitu saja!
Terlalu bodoh, hingga kau tak percaya!
Terlalu bodoh, hingga kau begitu pesimis!
Terlalu bodoh, hingga kau begitu lugu!
Terlalu bodoh, hingga kau................

Ah, aku lelah.

*****

"Hahahahahahahahahahahahahahaha" aku tertawa begitu kerasnya. Lalu terdiam. Memikirkan sejenak, betapa bodohnya diriku. Aku lupa, bahwa kau tak pernah tau, siapa orang yang ku maksud. Itu memang bukan salahmu. Itu adalah salahku!

Salahku, karna aku hanya diam. Lebih suka memendamnya daripada mengucapkannya. Salahku, karna aku hanya bersembunyi. Tanpa berani menampakkan diri. Salahku juga, hingga sampai saat ini kau tak pernah mengerti maksud alasanku menjadi seperti ini.

Mungkin, aku memang pembohong yang baik. Saking baiknya, semua orang begitu mudahnya kutipu. Dengan suara yang meyakinkan, mimik yang tepat, hingga alasan yang logis, kau mudah percaya dan mengerti.

Jika kau hanya melihat dan bertemu denganku selama 6 jam sehari, percayalah, aku bisa menjadi sosok yang berbeda selama itu. - Kau pahami saja, sendiri. Apa maksudku ini.

*****

Aku hampir mati putus asa. Terus mencari cara agar kau tau apa maksudku. Tapi, sampai sekarang kau tak pernah mengerti. Malah, membuang muka dan menjauh. Semakin menjauh.

Mungkin, sikapku yang jutek, membuatmu jengkel atau bahkan marah. Hingga mem-vonisku dengan berbagai kata entah yang kau sebut apa! Andai kau juga tau, aku lelah menjadi seperti ini.

*****

Apa aku boleh jujur?
Bukan ini yang ku mau.
Tapi,aku juga tak mau terperangkap dalam masalah yang sama.
Menghiraukanmu, sama saja aku memilih melompat ke jurang yang sangat dalam. Hingga saking dalamnya, aku tak pernah jatuh ke tanah yang paling dasar. Aku tak mau menunggu lagi. Selalu berharap. Dan akhirnya, mendapatkan jawaban pahit. Aku lelah! Aku capek! Aku bosan! Apa kau bisa pahami itu?

Aku tak ingin hidup sebagai bayanganmu! Yang hanya bisa mengikutimu tanpa bisa menentukan arah jalan. Yang hanya bisa tertutup ketika kau dilindungi pohon besar. Aku ingin jadi diriku sendiri. Aku ingin jadi orang yang terlihat. Khususnya olehmu! Bisakah kau hargai aku sedikit? Sedikit, saja? Minimal, kau bisa mengerti kenapa aku memilih untuk menjauhimu.

*****

Sejujurnya, aku juga bingung. Entah, apa yang sebenarnya terjadi padaku sekarang? Ada perasaan jengkel, ketika kau bisa dengan mudah tertawa. Tapi, ada apa denganku? Kenapa aku sulit sekali tertawa lepas sepertimu? Bernafas saja, masih terasa berat.

Aku memang bodoh! Karena saking bodohnya, aku masih mengharapkanmu.
Sedangkan kau? Kau bahkan tak pernah peduli!

Oh Tuhan! Kenapa Engkau menjatuhkan hatiku pada orang yang tidak tepat?
Hingga, aku harus berkali-kali mengambil perasaan itu lagi. Kenapa aku harus menyukai dia? Orang yang jelas-jelas tak pernah menganggapku.

*****

Bang Raditya Dika!! :3

Senin, 17 Februari 2014

Halloww!! ^^

Hari ini, gue mau posting tentang Bang Raditya Dika. Kambing keceh ini, sudah menulis beberapa buku. Dia juga seorang Stand Up Comedy-an. Wah.. keren kan? Ada kambing bisa ngelawak!! Wkwkwkwkwkwkwks~ #SorryWorry,Bang.AneCumaBecande

Hebatnya lagi, beberapa dari bukunya sudah dibikin film. Berikut adalah beberapa buku karya Bang Kambing ini:

1.) Kambing Jantan - Catatan Harian Pelajar Bodoh (Hebat ya! Ada kambing bisa ngetik komputer!! ^^)
2.) Babi Ngesot - Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang (Kenapa dia milih BABI? Karna suster sudah Mainstream! :-D )
4.) Cinta Brontosaurus (Brontosaurus aja punya cinta, Bang. Masa kita nggak? :') )
5.) Radikus Makan Kakus - Bukan Binatang Biasa (Gue kurang tau kakus itu apa. Setau gue sih, kayak tumbuhan yang hidup di padang pasir gitu. Terus daunnya berupa duri. Karna berguna untuk memperkecil penguapan.) Sorry, gue malah ceramah.
6.) Marmut Merah Jambu (Kalau judulnya Tikus Mondok Hitam, malah dikira ciptaannya Doraemon :3 )
7.) Manusia Setengah Salmon (Kenapa yang dipilih ikan salmon? Karna Salmon harganya mahal) Sumpah! Yang terakhir itu gak nyambung banget! >_<

Beberapa buku yang sudah dibuat film, diantaranya: Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon,dan yang lagi tahap pembuatan adalah "Marmut Merah Jambu" #Yeay!! *tepuktangan*

Gue juga pernah buka blognya si Abang Kambing ini  katanya, dia juga mau menerbitkan buku baru. Judulnya "Koala Kumal" :) Gak sabar mau baca..

Okeh, Gue mau cerita tentang Bang Radith ini. Kemarin, tepatnya tgl 16 Februari 2014, Bang kambing datang ke Banjarmasin!! #yeaayy!!! *tawaf 7 kali* Gue suenneenggg bangett!! ^^

Tapi, 1 hari sebelumnya, Hari Sabtu, 15 Februari 2014, Abahku pulang kampung (baca postingan gue sebelumnya: I Love You, Dad! ♥) Saat itu gue sedih banget :'( Pikiran gue fokus sama Abah dan bantal+guling. Sampai besok harinya, tgl 16 Februari 2014, Gue LUPA kalau Bang Kambing datang ke tempat kelahiran gue!! >_< Ya Alloh!!

Gue langsung inget waktu nge-stalk twitternya Bang Radith. Dia bilang "Mendarat dengan elegan di Banjarmasin" :3 Waduuhh.. itu nyekse banget..

Gue sempat putus asa. Terus, gue edit deh, foto ke-galauan gue. Dan gue upload ke social media Twitter. Hmm.. tapi, sayang. Gak ada respon. Mention gue gak dibales... T_T #Sorry,Bang!GueKHILAF

Emang sih, gambarnya rada-rada gak nyambung gitu. Menurut gue sendiri, lebih bagusan foto Ikan Salmon lagi dipotong-potong dan siap digoreng. -_- Tapi kan, namanya juga orang usaha. Yang penting kan, gue sudah mencoba. Ya kan? ;-)

Gue berharap banget, Bang Radith akan datang lagi, dan gue akan datang ke acaranya. Duduk paling depan. Kalau perlu, disampingnya terus sampai acara selesai. Gue jadi bodyguard dia! Keren kan! Kambing aja, punya bodyguard :-D #please,bang!terimague!!

Ngemeng-ngemeng, gue mulai suka dan NgeFANS sama Bang Radith sejak suka buka-bukq YouTube. Gak sengaja, nonton video dia lagi ngupil. Eh! Ya, gak lah! Lagi Stand Up, maksud gue!! #kidding

Gillee summpaahh!!!! Bang kambing ini bikin gue NGAKAK. Ketawa mulu, sampai perut sakit. Padahal, yang dia omongin apa coba? Cuma Iklan shampo yang menurut gue sebelumnya biasa-biasa aja. Pokok'e, kerenn bangettt!!!!

Nah, sejak saat itu, gue mencoba untuk mengoleksi buku-bukunya. Dengan penuh keraguan, gue beli buku-bukunya.

1 halaman gue baca, rasanya aneh. 2 halaman gue baca, rasanya makin gak jelas. 3 halaman gue baca, rasanya malah tambah gak nyambung! Tapi, ternyata gue baru sadar. Yang gue baca tadi baru nama penerbit, kata pengantar, dan daftar isi. -_-"

Dan... setelah gue baca buku-bukunya, gue tambah yakin dan bener-bener yakin! Kalau gue NGEFANS banget sama Bang Dika!!! #horee

Kata salah satu temen gue sih, pernah bilang, "Lo yakin nge-fans sama dia?" Gue menjawab, "Yakin banget!" "Tapi kan, dia aneh! Bersihin jerawat aja, pake kolor Bapaknya! Gue takut lo akan terjerumus ke arah yang salah,Tik!" "Tapi, terbukti berhasil, kan?! Lo harus sadar, dong! Kolor Ayah kita itu emang SAKTI! It's MAGIC!" gue meyakinkan. Setelah obrolan itu, temen gue langsung pulang dan mandi pake disinfektan. Dia  takut ketularan hama wereng dari gue, katanya. -_- #entahlah!iniGaknyambungbanget

Terus, salah satu temen gue juga bilang, "Raditya Dika? Yang punya lubang hidung segede kelereng itu?" Buset dah.. Idola gue, dikata-katain! Dia gak nyadar, apa?! Bulu keteknya selebat akar serabut?! >_<

Terus, ada yang bilang, "gue pernah ketemu Raditya Dika. Orangnnya biasa aja, Tik. Malah, lebih mirip teroris, menurut gue."

Lalu, dengan bijak gue menjawab, "Muka boleh mirip teroris. Tapi hati,tetap romantis♥" #cciieeillahh :-D

Dan semenjak itu, gue ngefans ama Bang Radith. Oh ya! Sebagai fansnya, gue udah tau buku-buku dia. Gue juga udah tau film-film dia. Mulai dari Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, dan Cinta Dalam Kardus. Juga filmnya yang berjudul Malam Minggu Miko. Dan diantara semua film tersebut, gue udah nonton : Cinta Brontosaurus, Cinta Dalam Kardus, Dan Malam Minggu Miko. '-'

Okedeh! Segini dulu, info tentang Bang Radit yang gue yakinkan, KALIAN SUDAH PADA TAU SEMUA!! ^^ Thank's buat yang udah baca blog gue selama ini (baca: Yang gue tau, cuma 1 Sahabat gue dan 1 temen sekelas gue, dan gue sendiri)O:-)

Ini gue share beberapa foto Bang Kambing:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS