Surat Cinta?

Sabtu, 09 Agustus 2014

Ada yang masih ingat dengan surat cinta?
Itu loh, sebuah pesan yang ditulis lewat kertas dengan isi pesan yang  berkaitan dengan cinta-cintaan gitu.
Pake kata-kata puitis dan romantis lainnya.
Gaya bahasanya tingkat tinggi!
Dan biasanya surat itu dibuat oleh sepasang kekasih yang sedang terpisah jarak jauh.
Dan umumnya, surat cinta itu berkaitan sama zaman dulu.
Ya iyalah, zaman sekarang yang namanya surat cinta itu, mungkin udah punah.

*****

Yang akan aku ceritakan di postingan kali ini adalah tentang surat cinta Mamaku dulu. Ya.. lagi dewasa-dewasanya gitu, deh.. :-D
Beberapa hari yang lalu, aku lagi bongkar-bongkar lemari dan menemukan sebuah plastik putih. Awalnya ku kira isinya sisa-sisa koran bekas, eh gak taunya surat.
Ku lihat dan ku baca kertas itu. Warnanya udah menguning dan baunya itu khas barang-barang lapuk. Ya maklumlah, udah lama.:3 (Kalo kertasnya lapuk, kira-kira setua apakah mamaku sekarang?) '-'

Oke lanjut! Suratnya itu tempo dulu banget deh! Nggak ada gaul-gaulnya. -_- Pake kata adinda lah, sayangku lah, rindu lah, ya pokoknya puitis banget. Tulisan tangannya juga, aneh-aneh. Tapi ku akui keren-keren semua. Tulisannya itu meliuk-liuk. Hampir ku kira itu surat satu halaman isinya tanda tangan semua! -_- gegara hurufnya kayak ular. #maafMa:3

Suratnya cukup banyak sih. Dan pengirimnya itu beda-beda. Nah! Bisa kebayang kan, mamaku dulu itu punya mantan berapa? '-'
Kayaknya, mama udah jago banget nulis surat. Beda banget sama aku, yang bahkan nulis surat cinta aja cuma 1 kali sepanjang hidup-.-

Dan karna surat cinta buatanku itu, aku sampe ditegur kepala sekolah.!!!!
JENG!! JENG!!!!!
Kok bisa? Ceritanya begini:

*****

Saat itu jam pulang sekolah. Semua anak (yang masih lugu, kecuali gue) salim dengan guru dan pulang karna ortu sudah menjemput di depan pagar sekolah. Waktu itu aku masih TK nol besar. Ya kira-kira 6 tahunan lah.
Ketika aku mau pulang, ada seorang anak laki-laki (yang lumayan gendut) datengin aku dan manggil namaku. Inisialnya R. Dia ngasih aku sebuah kertas dari binder bermerk "Harv*st" gitulah.. aku lupa.

Terus aku terima. Aku baru membacanya setelah sampai di rumah. Dan betapa kagetnya aku, ketika membaca isi surat itu. Dia menulis kalimat: I LOVE YOU ♡
Dengan goresan pensil yang lari kemana-mana.(khas anak taman kanak-kanak)

Oke, cukup syok mendapat surat yang isinya kayak begituan, aku pun membalasnya. Tapi dengan kalimat yang panjang. Jujur, aku sudah lupa apa isi pesan yang ku kirim ke R. Tapi seingatku, aku menuliskan banyak kalimat. Mungkin hingga 2 paragraf. Dan itu rangkaian tulisan yang cukup panjang untuk anak seusiaku.

Keesokan harinya, ku berikan surat itu padanya. Dia menerima lalu kembali ke kelasnya. Kalau tidak salah, kami berbeda kelas. Dan saat hendak senam pagi di keesokan harinya, aku dipanggil Ibu kepala sekolah.

Hm. Sebagai anak TK ingusan, aku cukup takut. Jadi dengan terpaksa aku menuju kantor beliau. Saat duduk di kursi, Ibu kepsek memperlihatkan sebuah surat di tangannya. Dan itu adalah suratku!!!!! KYYYAAAA!!!! Surat yang ku buat untuk R!!!! Kenapa jadi ada di tangan beliau??? :3
Setelah diselidiki, ternyata aku baru mengerti. Menurut keterangan Ibu kepsek, si R kebingungan melihat balasan suratku yang isinya kepanjangan (ditambah dengan tulisanku yang seperti cakaran tikus itu). Dan si R pun meminta bantuan kepada guru di kelasnya untuk membacakan surat itu padanya. Ya Allah!!! Salah apa hamba ini?? :-( #hiks.
Gue malluuuu bangeetttt!!!

Gue kesel banget sama R. Kok bisa-bisanya gitu, minta tolong sama guru untuk bacain suratnya?! Gue bener-bener nggak habis pikir. Kenapa dia gak minta tolong bacain sama gue aja?

Dan karna itulah, gue mulai berfikir, terlalu terbuka sama guru juga gak baik. Dan itu bukan hanya berlaku pada guru. Tapi juga pada orang lain.
"Karna ada saatnya, di mana kita tak bisa membagi masalah kita pada orang lain. Dan yang bisa kita lakukan, hanyalah dengan menyelesaikannya. Ya, menyelesaikannya seorang diri."-Atika.

Tapi yang dilakukan si R itu memang wajar. Itu karna kepolosannya dan karna kedewasaan gue yang berlebihan. Maklum, waktu itu gue lagi senengnya nonton sinetron. :-D

Dan setelah pulang sekolah, mamaku tahu hal itu. Dia nanya kenapa anaknya yang (mungkin)  baru berusia 6 tahun itu bisa masuk ruang kepala sekolah. Dan.. mama tak berekspresi apa-apa ketika ku jelaskan ceritanya-_-"

*****

Itulah pengalaman surat cintaku yang pertama (dan semoga yang terakhir).
#MohonJanganDicontoh:-I

Yakin, mau mengalah saja?

Jumat, 25 Juli 2014

Hidup itu selalu adil.

Aku menyakini hal itu!
Sangat yakin.
Entah, keadilan itu mau datang darimana saja.
Dari seorang pemimpin, dari pemilik kekuasaan, dari orang hebat, atau bahkan langsung dari Tuhan.
Hanya waktunya saja yang tidak kita tahu.
Kapan datangnya keadilan itu.

*****

Aku sangat kesal jika dipaksa untuk mengingat seseorang yang (setahuku) tak pernah mengingatku. Untuk apa? Cuma buang-buang waktu!
Ake heran. Kenapa aku harus melakukannya? Untuk apa aku mengirimkan pesan pada seorang yang jauh, jika orang itu juga tidak melakukan hal yang sama sepertiku?

Suatu ketika, aku pernah disuruh untuk mengabari seorang kerabat yang jauh. Dan aku sempat menolak dengan berbagai alasan. Toh, jika aku berbicara dengannya, kami selalu kehabisan topik. Tak ada hal menarik yang bisa kami angkat jadi bahan obrolan. Sangat garing!
Lagipula, orang itu juga tidak pernah mengabariku. Kurasa, orang itu sudah terlalu bahagia dengan hidupnya saat ini. Bahkan aku menduga, dia tak pernah mengingatku lagi. Jadi untuk apa aku harus memulainya duluan? Menanyai kabarnya dan basa-basi lainnya.

Sejujurnya, orang itu baik. Hanya saja, aku tak suka dengan komunikasi yang (harus) kami hadapi. Bahkan (sesungguhnya) aku sangat merindukan dia. Tapi jika mengingat cara komunikasi yang kami lewati, aku jadi kesal. Terlebih jika harus menghubunginya duluan.

*****

Dari pengalaman itu, aku (sangat) merasakan ketidakadilan.
Aku jadi berfikir, ketika aku diingatkan untuk menghubungi seseorang, apa orang (yang akan kuhubungi) itu juga pernah diingatkan untuk menghubungiku?
Kenapa dalam masalah ini, harus aku duluan yang memulainya? Kenapa tidak orang itu saja?
Apa layak? Sebuah hubungan jarak jauh dipertahankan, jika yang mempertahanannya saja hanya satu pihak?

*****

Masalah ini sama seperti: untuk apa menghargai orang lain, jika orang itu tidak menghargai kita? Untuk apa kita menghormati orang lain jika orang lain itu juga tidak menghormati kita? Bukankah sesuatu itu harus tergerak dari dalam diri kita masing-masing?
Tapi, jika kita sudah mencoba untuk menghormati orang lain dan ternyata orang itu masih saja tidak menghargai kita, apa itu layak untuk kita teruskan?
Jujur, terkadang aku juga lelah untuk menjadi hormat dan menghargai orang lain bila orang itu juga tak sadar-sadar dengan kelakuannya.

Aku bukan manusia sempurna. Tak selamanya bisa jadi putri Cinderella yang (sangat) baik hati dan (selalu) menerima apa yang digoreskan padanya. Aku bisa berbuat sesuatu!
Bukankah semua orang itu punya pilihan?
Apakah mereka mau menerima atau melawan?
Apakah mereka mau bangkit atau tetap diam?
Seorang saja harus berusaha keras untuk jadi sukses!
Tak bisa hanya dengan berdiam (dan menurut) lalu jadi orang hebat!
Semua butuh perjuangan! Segala hal harus diusahakan.
Seorang saja, harus rela kehilangan harta dan bendanya hanya untuk mendapatkan keadilan.
Tak bisa cuma mengalah dan selalu menerima.
Kecuali, jika keadilan itu datang dari Tuhan.

*****

Begitu juga dengan kehormatan, dihargai, dan sebuah hubungan.
Tak bisa, seseorang dihormati apabila dia sendiri selalu menginjak-injak kehormatan orang lain. Apa itu layak?
Tak bisa, seseorang dihargai apabila dia sendiri tak menghargai usaha yang dilakukan orang lain untuknya.
Tak bisa, seseorang mempertahankan sebuah hubungan apabila ia sendiri tak mempertahankan hubungan itu.

Intinya, Perlu kerja keras untuk bisa dihargai!
Ingat! Ini bumi. Bukan negeri dongeng, di mana semua orang yang dianggap baik itu akan selalu (mau) mengalah.

*****

Ya, itulah yang bisa kusimpulkan dari segala yang ku alami.
Aku tak bermaksud menghakimi siapa pun.
Aku hanya ingin menunjukan kegelisahanku.
Mungkin, keadilan itu belum datang padaku.
Tapi aku juga tidak ingin hanya (berdiam diri dan) menunggu.

Bagaimana perasaanku saat aku tak dihargai oleh seseorang yang sangat kuhormati. Dan (yang lebih parahnya) orang itu tak pernah tahu bagaimana kerasnya usahaku untuk bisa sampai dalam posisi sejauh ini.

Aku hanya tak ingin kejadian ini terulang lagi.
Ya, setidaknya itulah harapanku. Dan inilah cara pandangku.
Jika kalian (para pembaca) punya saran atau pun komentar, silahkanlah berkomentar.
Toh, kita semua punya cara pandang yang berbeda-beda untuk menanggapi setiap masalah. :-)

THANKS FOR READ!

Stalker

Jumat, 18 Juli 2014

Aku terdiam melihat nama yang tertulis di layar handphone.
Dia.. hm...
Aku mulai menjelajahi akun pribadinya itu.
Tak ada sesuatu hal yang bisa kusimpulkan darinya.
Menurutku, dia tak terlalu update.
Jarang membuka akun media sosialnya dan tak pernah menampilkan fotonya di setiap profilnya sendiri.

Terlepas dari itu semua, aku mengenalnya-bukan lewat media sosial yang hanya menampilkan hal semu. Aku mengenalnya secara langsung lewat dunia nyata.
Dia juga mengenalku. Tapi kami tak pernah bicara. Kami juga tak akrab. Ya, hanya sebatas 'saling kenal' saja. Aku tahu namanya dan dia tahu namaku. Itu saja.

Entah kenapa, akhir-akhir ini aku sering memperhatikannya. Profilnya di media sosial, menjelajahi timelinenya, atau melihat statusnya di BBM. Mungkin, aku ini bisa tergolong menjadi stalker. Hm.. tak bisa ku pungkiri, aku nyaman dengan hobi baru ini.

*****

Sampai suatu ketika, seperti biasanya. Aku melirik akun media sosialnya dan melihat perkembangan dari setiap kegiatannya.
Hingga tanpa sengaja, ku lihat statusnya di salah satu media sosial dan dari status itu aku mengetahui suatu hal.
Dia menyukai seseorang.

Hm. Ada perasaan aneh yang kurasakan saat tahu ia sedang suka dengan seseorang.
Semacam rasa kaget dan tak percaya.

*****

Aku tak bisa menebak. Jadi kuputuskan untuk berhenti memata-matai profilnya lagi. Ku tutup akun profilku dan keluar dari aplikasi itu.

Jujur, aku penasaran dengan orang itu. Dia menyukai seseorang? Siapa? Pada awalnya, ku pikir dia mungkin tak pernah terjun dalam hal 'cinta-cinta'an konyol seperti ini. Tapi ternyata aku salah.

Sejak saat itu, aku mulai mengurangi kegiatanku menjelajahi akun sosial medianya. Hingga suatu hari, kulihat statusnya bertuliskan nama seorang perempuan dan dia mencantumkan emotikon hati berwarna merah.

Aku tak kenal dengan perempuan itu. Tapi aku yakin, perempuan itulah yang disukainya dan karna perempuan itu jugalah, yang membuatnya gagal move on.

*****

Hmm..
Mungkin karna hobi stalking-ku ini, aku jadi sering memperhatikannya (diam-diam).
Sekedar mencari keberadaannya atau melihatnya barang sedetik saja.
Untungnya, sejauh ini dia tak tahu tentangku. Kurasa, dia juga tak akan peduli. Ya kan?

Dan entah kenapa, karna hobi stalking ini juga, aku jadi selalu penasaran dengannya...

Anak-anak Tuhan

Sabtu, 12 Juli 2014

Bismillahirrahmanirrahim...

Aku terdiam saat melihat kaki-kaki kecil mereka.
Berlarian menapaki jalanan beraspal.
Sambil berteriak pada masing-masing dari mereka.
Ku lihat tangan-tangan kecil mereka dengan bagian hitam yang menempel di kuku mungil itu, saat mereka menengadahkan tangannya padaku.

Mata mereka menyipit karna silaunya matahari siang itu.
Saking panasnya hingga mengubah warna rambut hitam mereka jadi kuning keemasan.

Mereka berlari-lari menyusuri gang-gang sempit dan lampu-lampu jalanan. (yang mereka anggap itu adalah petualangan)
Entah karna paksaan, keinginan sendiri, atau dorongan apapun, mereka memberanikan diri.
Berhenti di warung-warung kecil - dimana orang-orang sedang asyik duduk dan menikmati makanan mereka.

Mereka memulai alunan lagu dengan genjrengan ukulele mereka.
Menggetarkan pita suara mereka hingga membunyikan suara getir mereka.
Nadanya terdengar keras dan nyaring. Dan mungkin, seperti itu juga hidup yang mereka lalui.

Aku lebih suka menyebut mereka Anak-anak Tuhan. Yang lahir dari dunia beraspal dengan kerikil tajam yang selalu mereka tepis.
Mereka dibesarkan oleh panasnya terik matahari dan riuhnya udara berpolutan.
Sebagian dari mereka ada yang sanggup hingga mampu bertahan. Dan ada juga yang gagal lalu menjadi yang terbuang.
Bukannya kita rangkul, yang terbuang justru malah kita abaikan.
Hingga dia berusaha untuk terlihat, dengan cara-cara yang tak pernah kita mengerti.

Aku tahu.
Banyak yang melihat dan sadar dengan adanya mereka.
Tapi hanya sedikit yang peduli dengan kehadiran mereka.
Jumlah mereka terlampau banyak. Dan mungkin itu yang menyebabkan orang tak perduli dengan mereka.

Jujur, aku sangat prihatin ketika melihat mereka.
Berjalan menuju warung kecil dan kembali bernyanyi. Menggetarkan suara mereka (yang menurutku penuh pilu) justru terdengar tangguh.
Mereka menerima setiap uluran tangan yang diraihkan untuk mereka. Sambil tersenyum atau dengan muka datar, mereka mengambil apapun yang diberikan untuk mereka.
Bahkan terkadang, ada yang menolak dan tak menghiraukan mereka. Terus melanjutkan makan, tanpa melihat wajah mungil yang gelap itu.

Jujur, aku agak marah dengan perlakuan orang-orang seperti itu! Sangat marah.
Orang-orang semacam itu, kurasa tak pernah tahu bagaimana cara anak-anak Tuhan bertahan hidup. Hingga untuk mengeluarkan uang 1.000 rupiah saja sangat sulit.
Apa mereka tidak tahu? Anak-anak itu adalah titipan Tuhan. Seakan mata-mata yang akan memberikan catatan pada Tuhan, bagaimana perilaku yang orang-orang itu berikan pada mereka.
Semacam buku raport yang akan diumumkan saat kenaikan kelas nanti.

Aku sadar. Aku tak tahu banyak tentang mereka.
Tapi yang aku tahu, aku tinggal di sekitar mereka.
Mereka ada di sekelilingku. Dan mungkin juga ada di dekat anda.

Jika benar, alangkah baiknya jika anda memberikan sedikit rupiah anda untuk mereka. Ya, sekedar meringankan petualangan mereka hari itu.
Toh, anda tak pernah merasakan betapa sakitnya 'petualangan' mereka itu.
Dan anggap saja, pemberian anda itu sebagai ucapan syukur pada Tuhan. Karna berkat anak-anakNya lah, anda akan sadar. Betapa beruntungnya hidup anda.

Tulisan ini terinspirasi dari Anak-Anak Tuhan yang selalu ada di sekitar saya. Mereka menyerukan suara mereka lewat canda tawa diantara mereka. Bukan secara nyata, lewat tangisan.

Semoga anda termotivasi dan bersyukur.
Itu saja.

Wassalamualaikum, wr. Wb.

Bukan tentang perpisahan. Hanya ucapan terima kasih.

Kamis, 03 Juli 2014

Bismillahirrahmanirrahim..

*****

Aku cukup kaget melihat reaksimu saat itu.
Tak ada sepatah kalimat yang kau ucapkan ketika aku sudah menjelaskan.
Aku mengerti. Mungkin kau kecewa. Dan aku tahu. Mungkin kau juga sama kagetnya sepertiku.

Jujur saja. Aku gelisah dan khawatir saat itu juga.
Sebagian dari diriku merasa (sangat) menyesal. Dan sebagiannya lagi merasa (sangat) lega.
Bebanku terasa hilang tiba-tiba. Tapi, kemudian berganti dengan rasa takut.

Aku tak mengerti dengan obrolan kita saat itu. Seakan aku menjadi orang bodoh dan kau serba tahu!
Setiap kalimat yang kau bunyikan, seakan memancingku.
Menuntunku untuk (mencoba berani) bicara, "Hey! Apa kau bodoh?! Aku menyukaimu!!! Apa kau tak mengerti? Ha? Apa aku harus mengulangnya?!! AKU MENYUKAIMU!"

Yah.. tapi ku rasa kau tahu. Aku tak punya nyali setinggi itu untuk bicara dan akhirnya, aku hanya menjawab "Ya udahlah. Lupakan!"
Entah, kau sengaja atau tidak. Tapi kurasa, kau melakukannya dengan sengaja.

*****

Setelah obrolan itu, ku pikir hubungan kita akan kembali baik-baik saja seperti semula. Dan aku salah.
Ya, aku baru paham. Karet yang meleleh, tak akan dengan mudah kembali menjadi gelang karet yang utuh LAGI, ketika api telah memanaskannya. Dan itulah yang terjadi pada aku dan kamu.

Setelah kejadian itu, kau berubah jadi dingin padaku. Cuek. Tak menegur. Dan tak banyak bicara.
Cukup heran dan pantas. Karna memang itu yang ku harapkan. Tapi tidak ku inginkan.

Sekarang aku dan kau berpisah. Terbagi dalam kelompok-kelompok baru. (yang aku yakini) Kita akan saling melupakan.
Itu memang baik dan cocok. Sangat cocok. Ya, mengingat kita berpisah (menurutku) dengan cara yang tidak baik.

Mungkin, saat inilah aku harus menuliskannya.
Aku pasrah saja, apa kau membacanya atau tidak. Bahkan, setahuku kau tak pernah membuka blog ku. Jadi, kuyakini kau tak akan tahu. :-D

*****

Selamat tinggal kawan.(aku tak yakin, apa kau masih menganggapku teman).
Dan terima kasih untuk semuanya.
Secara tak sengaja, kau telah mengajari aku banyak hal.
Jatuh cinta diam-diam, galau, kecewa, sedih, bahkan gagal move on. :-D

Ya, kurasa itu pengalaman cukup gila yang bisa dialami oleh anak SMP kelas 2.
Dan ku harap, semua itu akan HILANG ketika aku dan kau duduk di depan pengawas dengan kertas Ujian yang terbaring di atas meja nanti.

See you! :-)

Dor!! Dor!!!

Sabtu, 28 Juni 2014

Assalamualaikum, readers..^^

Di hari pertama puasa ini, gue akan membagikan sedikit cerita kriminal yang gue lihat kemarin.

Nah, asal tau aja nih. Gue tinggal di Banjarmasin, KalSel. Kemarin,tepatnya hari Sabtu jam 2 siang. Gue, mama, dan kakak berniat buat jalan-jalan ke DutaMall nemenin gue nyari buku. Ya, soalnya hari Minggu nya kita pasti gk akan ada waktu lagi buat jalan-jalan. Sekalian juga nungguin pengumuman hasil tes kakak gue yang mau masuk Universitas POLTEKKES. Doain ya, kakak gue masuk disana. Aamminn..♥

Okeh, perjalanan pun kami mulai dari rumah. Dan gak tau kenapa, saat kami baru melewati pasar yang ada di dekat rumah, gue dan kakak kaget bget..
Ada orang berkumpul tepat di depan gue. Mereka kayak lagi berantem gitu. Awalnya gue kira lagi ada tawuran. Dan gue pun memutuskan untuk mutar balik motor dan mundur beberapa meter.
Kebetulan, di dekat gue berada itu adalah pasar. Dan semua orang disana(yang gue belum ngerti ada kejadian apa) pada heboh dan teriak. Ya Allah.. '-' Gue berasa ada di tengah tengah perang. Ya.. jadi penonton di tribun paling atas #loh?

Saat itu suasana lagi tegang. Dan parahnya gue dan kakak gue kepisah sama mama.
Oke lanjut, ketika gue mau balik motor, di belakang gue orang juga pada berkumpul. Saat itu (yang gue lihat) ada sebuah mobil pick up lewat dan dipaksa berhenti sama warga. Muncul keributan sebentar, terus mobil itu jalan melewati gue dan kakak.
Gue lihat, ada orang yang duduk di bak belakang. Seorang cowok tersandar dengan darah yang mengalir di kepala.
Gue jadi shock dan spot jantung waktu lihat orang itu dong!

Gue semakin penasaran dan mencari mama. Setelah gue berusaha nyari, ternyata mama lagi berdiri di dekat mobil pick up tadi berhenti.

Dan setelah bertanya, gue akhirnya tau apa yang terjadi! :3
Ya, ada perampokan toko emas di pasar itu. Kata orang yang melihat kejadian itu, perampokan terjadi saat toko itu mau tutup dan mereka membawa senjata yang biasa dipakai dalam film James Bond. Pistol.

Ada 5 korban yang tertembak. 2 diantaranya tewas dan sisanya, 3 orang kritis. Untungnya, 1 diantara perampok itu tertangkap! #yyeeaayy
Dan ternyata, orang berkumpul (yang gue kira tawuran) tadi, mereka itu lagi menangkap seorang perampok itu.

Awalnya gak ada satu pun warga yang berani bergerak ketika perampokan terjadi. Ya iyalah, mereka bawa tembakkan kek gitu!
Tapi, seorang perampok yang tertangkap tadi karna pelurunya habis. Jadi, dia bisa ditangkap deh.

Jujur, gue pertama kali lihat aksi kriminal kek begitu secara LIVE. Gue kaget banget. Gak bisa gerak. Seakan otot udah keras dan gak bisa dipake buat jalan.

Setelah polisi membawa seorang pelaku itu. Keadaan disana masih tegang. Dan kami memutuskan untuk menghindar dari area tersebut. Gue takut, kalo nanti ada kejadian ekstrim kek gitu lagi-_-

Waktu mau jalan, gak taunya malah motor mama yang mogok. Gak bisa distarter dan mati total. Jadilah, warga yang asik nonton peristiwa tadi jadi ikut nolongin mama buat nyalain motornya'-'

Ya Allah..
Sekarang, tempat itu masih sibuk dipadati dengan orang yang (mau lihat) menyelidiki, wartawan, dan pihak kepolisian.

Hhmm.. gue baru sadar, bahwa kejahatan itu bisa terjadi kapan saja. Dan di mana saja. Saat itu, toko-toko di pasar sudah mau tutup. Karna jam nya juga udah semakin siang. Jadi, pasar sudah dalam kondisi (tidak sepenuhnya) sepi. Di saat kek gitulah mereka beraksi.

*****

Oke, sekian info yang gue share.. dan ini gue lihat secara langsung. Apa yang gue tulis di postingan ini bener-bener real. Kalo kalian (gak percaya) mau informasi lebih lanjut, tanya sama Om Gogel. Dia udah update beritanya. Dan Banjarmasin Post juga udah memberikan informasi terkait hal ini.

Sekian, wassalamualaikum, wr. Wb

Piala Pertama♥

Rabu, 04 Juni 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

:-))) Mungkin tanggal 2 Juni 2014 adalah hari yang sulit gue lupakan. Banyak kenangan (asam)manis yang terjadi hari itu. :-D

Tepatnya di Hotel Amaris, km. 7 gue mendapat kejutan terindah dari Tuhan. ^^ Gue dapat Juara 1 Lomba Penulisan Kreatif Kategori Remaja Tahun 2014 Kalimantan Selatan. OwWWuooww!!!! ^_^ ^-^ ^-^ ^-^ ^_^

Gue bener-bener gak nyangka dan gak percaya!! Padahal saingan gue rata-rata anak SMA! Ya Allah.. Ini benar-benar karunia terindah dari-Mu.

Gue akan cerita singkat, gimana kok bisa anak ingusan seperti saya bisa masuk hotel megah Amaris. #Loh? Eh salah! Maksud saya, dapat juara 1 lomba nulis kreatif.

*****

Hari itu, ketika gue tengah belajar Matematika(kalo gak salah), seorang murid memanggil gue dan temen gue, inisialnya MaiSyarah. Katanya, gue dan si MaiSyarah ini dipanggil bu guru yg ngajar mapel B. Indonesia di kelas kami. So, we went to teacher's room that time. #wehweh...

Kami dikasih tau sama Bu guru kalau kite diajakin ikut lomba nulis kreatif BKKBN dan pidato tentang kependudukan. Awalnya gue sempet bingung. Gue nulis tentang KB? Gimana caranya? Ya masa, gue nulis "2 anak lebih baik. ^^ Jadi jika Anda punya saudara lebih dari 1, bunuhlah mereka semua!!! Dan sisakan 1 orng. Ingat! 2 anak lebih baik, loh!." Wkwkwkwwk... :-D that is very dangerous. =D

Atau gue pidato, "Jumlah penduduk Indonesia setiap tahun semakin bertambah. Padahal, bumi yang kita huni ini semakin lama semakin tua. Apa jadinya negara kita nanti? Tapi tenang! Saya punya solusi untuk masalah ini! Bakar saja rakyatnya!!!! Jadi, sebagian penghuni bumi akan berkurang. :-) " #GueBenerKan?:3

Tapi, semua niat itu gue urungkan. Bisa-bisa malah gue yang nanti dibakar hidup-hidup. -_-"
Setelah itu, gue dan temen gue dikasih surat lampiran tentang lombanya. Untung aje, ada pilihan topiknya. Gue jadi agak gak kebingungan. Minimal, gue tau lah apa bahan yang mau gue tulis itu. Meskipun tulisannya acak-acakkan dan lari kesana-sini.*Buset! Itu tulisan ato lomba marathon?*

Next step, gue pilih topik Pengaruh Pertambahan Penduduk Terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Pelestarian Alam. #weesss mantab kan?!
Gue sih, gak cinta alam. Gue cintanya sama calon suami gue kelak.*nahlo?

Oke! Tulisan gue mulai berkeliaran kemana-mana deh. Selanjutnya, gue ketik deh tu. Setelah selesai dan dijilid dengan rapi, gue serahkan pada Bu guru. Kalo temen gue yang inisialnya MaiSyarah itu, dia gak jadi ikut. Dia membatalkan ikut lomba pidato. Katanya dia gak mampu. Maklum aja, anak yg satu ini hobinya suka bahasa Inggris. Jago kali dia ngomongnya. Awalnya gue pikir, ni anak camilannya kamus. Eh, ternyata sama aja. Makanan pokoknya nasi juga. -_-

Lalu, gue tunggu deh sampe tgl 2 Juni. Dan tepatnya Hari Senin, 2 Juni 2014, guru gue dikabarin sama panitianya. Katanya, murid Anda yang bernama Nur Atika dipanggil ke Hotel Amaris km.7 disana pengumuman pemenang lomba nulis kreatifnya.

Awalnya gue agak takjub. Kenapa gitu gue diundang? Agak curiga dikit sih. Jangan-jangan gue disuruh nyapu panggung setelah selesai acara -,- okeh. Dengan segenap hati dan jiwa yang tulus, akhirnya gue pulang lebih awal dan tidak ikut ulangan matematika yg dilaksanakan saat itu. #HORREEEEEEE!!!!!! *menangis terharu* cemunguth yaaa ceman-ceman c'muah!!! Semoga ulangannya cukces!! Jangan nyontek yaa!!!! Tapi, kalo ngintip dikit boleh kok!!! #PLAK!

Untungnya, gue nyampe disana tepat waktu. Tapi, ada satu hal yang salah dari gue. Disaat ada perlombaan penting kek gitu, ada guru2 PNS, anak-anak SMA, Kepala BKKBN, dan MC, dan satpam penjaga hotel, gue malah berpakaian necis, Broo!! Celana pensil, jaket jeans, dan kaos putih bergambar emoticon kek begini --> (>_<)

Ya Allah.. itu anak muda banget..!!!! '-' gue pikir-pikir, apa gue yang salah kostum? Atau emang gue salah pake kostum? Eh, sama aja ye? :-D
Tapi, gpp. Dengan wajah yang (kurang)percaya diri, gue masuk tuh hotel.

Hal pertama yang terjadi sama gue dan nyokap gue, saat itulah pertama kalinya gue naik lift berdua nyokap. Berdesakan dengan para guru lainnya dan seorang mas-mas pelayan hotel. Asdfghjkl.. lo tau apa yang terjadi dengan gue dan nyokap? Kita berdua mabok dalam lift, cuy!!! '-' Nahlo?! Ya, menurut gue rasanya aneh gitu.. berasa terbang.. terus kepala gue pusing. Untungnya sih, kita gak sampe muntah-muntah dan masuk angin :-D

Next, kita terus masuk ke ruangan pengumuman lombanya. Elit banget! Seumur-umur, gue gak pernah masuk ke tempat kek begitu. Meja dan kursi tersusun rapi. Piala-piala berjejer menyilaukan. Gelas-gelas kaca berbaris mengkilau. Tapi, minumanya tetap aja air putih-_- #nelenjamban

Setelah mendengar beberapa pidato, akhirnya pemenang lomba pun diumumkan. Dan yang dapat Juara 1 Lomba Menulis Kreatif Kependudukan 2014 Kalimantan Selatan itu GUEEEEEEEEE!!!!!!!!!! ^-^ ^-^ ^-^ ^-^
ALHAMDULILLAH..

Gue gak tau ekspresi muka gue saat itu gimane. Tapi, fotonya akan gue pajang disini. Kalo komentar temen gue sih, ekspresinya kayak orang bingung gitu. Atau ada yang bilang, lebih mirip foto anak ilang:3 Ya Alloh..

Habis pengumuman, kita makan sebentar terus pulang!! \(^_^\) \(^_^)/ (/^_^)/ #yeyeyeyeye ~(^_^~) ~(^_^)~ (~^_^~) (~^_^)~ #lalalalaulala
Gue langsung ngabarin kemenangan gue ke Bu guru by phone. Cukstaw, nama Ibu Guru yang telah berjasa itu adalah Ibu Hj. Mariyana
Karna beliaulah, gue bisa naik lift dan masuk hotel megah:-) #MakasihBu♥

*****

Nah.. begitulah ceritanya. Proses gimana caranya gue bisa dapat juara 1. Masih gak percaya? Lihat aja foto dibawah ini! ;-) Jujur, gue sangat senang karna bisa membanggakan kedua orang tua dan sekolah gue. Semoga, kemenangan ini bisa jadi awal dari bakat menulis gue. Dan gue juga bisa meraih kemenangan-kemenangan berikutnya (Aaammmiiinnnn). Dan semoga kalian(para pembaca) juga bisa melakukan dan merasakan hal yang sama kek gue. Naik lift dan masuk hotel megah. :-)

#eeiitttsss!!! Tunggu dulu! Emang kamu punya bakat nulis, ka? Menurut gue sih, bakat itu bukan point pentingnya. "Asalkan orang itu mau berusaha, insyaallah ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Yang penting, terus berlatih dan gak bosan mencoba. Karna ketika kemenangan itu sudah kita miliki, yang kita kenang adalah prosesnya bukan bakatnya."

#Guebenerkan?

#Thank'sForRead♥

Wassalamualaikum, wr. Wb

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS