MOVE ON

Kamis, 09 Juni 2016

Kata orang, "kalau kamu mau move on dari seseorang, kamu harus bisa melupakan dia."

Apa kalian setuju dengan kalimat itu?

Pada awalnya, saya setuju. Sangat setuju.
Setidaknya untuk beberapa saat, kita harus melupakan seseorang yang pernah datang dalam hidup kita. Pada awalnya memang sulit. Itu dikarenakan belum mampunya kita untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebiasaan yang telah berubah-sama seperti sebelum kita mengenal dia.

Namun, seiring berjalannya waktu kita pasti bisa menerima lagi kebiasaan-kebiasaan itu. Move on itu hanya masalah waktu dan niat.

Lalu bagaimana dengan orang yang sudah Move On tetapi saat bertegur sapa lagi, perasaan yang sudah dikubur dalam-dalam itu tumbuh lagi?

Nah, kalau itu beda lagi.
Analogi sederhananya sama seperti saat kamu sedang membuka album foto. Entah, sudah berapa tahun kamu tidak lagi menyentuh dan membuka album itu. Tetapi, ketika kamu membukanya lagi setiap foto yang ada dalam album itu pasti akan membawamu pada kenangan saat peristiwa dalam foto itu terjadi.

Begitu pula dengan move on.
Sebesar apapun usahamu untuk melupakan seseorang, entah itu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sekalipun. Ketika kamu bertemu lagi, pasti akan ada beberapa hal yang kembali menjejali ingatanmu. Hal yang menjejali ingatanmu itu disebut dengan kenangan. Dan saya rasa itu sangat manusiawi.

Sepelupanya seseorang, pasti ia tidak akan pernah lupa dengan seseorang yang pernah membuatnya bahagia, dulu.
Ya, kecuali kalau orang tersebut mengidap alzheimer atau semacamnya.

Kembali lagi, lantas jika sudah begitu apakah Move On itu dianggap gagal? Atau yang biasa disebut galmup?

Kemungkinannya ada dua. Bisa iya bisa juga tidak. Dan keduanya tergantung pada dirimu sendiri.

Iya, jika setelah pertemuan itu kamu terus membiarkan dirimu mengenang setiap kenangan yang muncul.

Tidak, jika setelah pertemuan itu kamu tidak membiarkan kenangan itu terus berlarut-larut hinggap dalam pikiranmu.

Pada dasarnya, semua pilihan kembali pada diri kita sendiri. Hanya diri sendiri yang dapat menilai apakah kita masih mampu untuk bertahan atau lebih baik melepaskan dan mengubah segala kenangan itu menjadi pelajaran untuk lebih dewasa.

*****

"Kamu sih, gampang bilang kayak gitu. Ngejalaninnya susah tau."
Mungkin itu jawaban kalian.

Tapi, saya pun memiliki alasan hingga mengungkapkan pendapat seperti yang ada di atas tadi.

Ini berdasarkan apa yang saya alami hari ini. Ya, hari ini tepat pukul 17.22 WITA

Sama seperti kalimat di awal, "kalau kamu mau move on dari seseorang, kamu harus bisa melupakan dia."

Saya berusaha melupakan seseorang yang pernah saya sukai, dulu. Dan hari ini kami mengobrol lagi setelah sekian lama kontaknya hanya tersimpan dalam kontak BBM.

Kami membicarakan hal yang santai dan biasa. Sampai ada beberapa pesan yang membuat saya kembali teringat dengan kenangan yang dulu. Hampir tidak ada yang berubah dari dia. Hanya gaya bicaranya saja yang sedikit berbeda.

Sama seperti album foto, saya menikmati setiap kenangan yang datang bersamaan dengan obrolan kami yang terus mengalir. Dan setelah obrolan kami selesai, semuanya kembali seperti semula.

Dari kejadian hari ini saya belajar sesuatu. Bahwa kenangan itu tidak bisa dihapus atau dilupakan. Bagaimana pun juga, akan ada suatu momen yang akan kembali mengingatkan kita dengan kenangan itu. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah menikmatinya saja.
Tentunya, juga tidak lupa mengambil pelajaran dari kenangan itu.

Selebihnya, tergantung pada pilihan kita. Apakah kita terus mengenang kenangan itu atau bangun dari masa lalu dan menjadikan kenangan itu sebagai pengalaman dan pelajaran hidup.

Move on bukan berarti kita melupakan semua kenangan yang pernah ada. Tetapi, ketika kenangan itu datang lagi, perasaanmu sudah baik-baik saja.
- Atika

Dan karena pengalaman hari ini, sepertinya saya ingin sedikit mengubah kalimat awal tadi.

"Kalau kamu mau move on dari seseorang, kamu tidak harus melupakan dia. Yang kamu butuhkan hanyalah waktu dan niat."

Rekomendasi Film Thailand Romantis

Senin, 06 Juni 2016

Dalam postingan saya sebelumnya yang berjudul Pernahkah? saya pernah menuliskan:


Pernahkah kalian merasa terdorong untuk melakukan suatu hal yang sepertinya harus kalian lakukan?

Sesuatu yang tidak tau kenapa kalian ingin sekali melakukannya.

Postingan kali ini, merupakan wujud dari hal yang harus saya lakukan itu. Saya ingin menuliskan beberapa film yang sangat saya rekomendasikan bagi kalian para pecinta film. Khususnya film dari negara Thailand. Yap! Karena berhubung akhir-akhir ini saya banyak menonton film dari negara seribu pagoda tersebut, maka untuk saat ini saya ingin memberikan beberapa rekomendasi film yang (menurut saya) sangat patut kalian tonton.

Oh ya, bagi kalian yang belum tau postingan sebelumnya, bisa klik di judul postingan yang telah saya tuliskan di atas.



So, let's get started!




1) PEE MAK PHRAKANONG

sumber: google.com

     Film bergenre horor ini adalah salah satu film Thailand yang sangat saya rekomendasikan. Bukan berarti karena film ini adalah film Thailand yang pertama kali saya tonton, melainkan alur ceritanya yang cukup menarik dan dibungkus apik dengan humor, percintaan, dan persahabatan. Meskipun begitu, film ini tetap menyuguhkan kesan horor yang menjadi acuan utamanya.
     Cerita singkatnya, film ini mengisahkan tentang seorang prajurit yang baru saja pulang dari medan perang bersama beberapa sahabatnya. Namanya Mak. Ia mempunyai seorang istri yang sedang mengandung, bernama Nak. Ketika Mak dan kawan-kawannya sampai di rumah mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Nak selama perang berlangsung. Banyak yang mengatakan Nak telah meninggal saat Mak berada di medan perang. Itulah yang menjadi masalah pokok dalam film ini. Bagaimana cara yang dilakukan oleh kawan-kawan Mak untuk membuktikan bahwa Nak itu sudah meninggal? Lalu apakah sesungguhnya Nak itu benar-benar meninggal? Apakah Mak percaya pada sahabat-sahabatnya itu?


2)  FIRST LOVE (A CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE)
 
sumber: google.com


      Saya sangat yakin bahwa hampir dari kalian semua sudah pernah menonton film ini. Film bergenre komedi romantis ini adalah film kedua Thailand yang pernah saya tonton. Dan untuk kedua kalinya pula saya merasa puas menontonnya.
      Hampir dari kita, pasti pernah menyimpan rasa suka atau kagum pada kakak kelas, bukan? Tapi, kita tak pernah cukup berani untuk mengungkapkannya. Kemudian memendamnya dalam hati dan berusaha melakukan apapun agar kita bisa dapat perhatian dari kakak kelas tersebut. Itulah gambaran kasar dari film ini.
      Kita akan melihat betapa kerasnya usaha seorang gadis remaja untuk mengincar kakak kelas pujaannya selama 3 tahun. Selama waktu itu, rasa yang dipendamnya mampu mengubah banyak hal. Terlebih, ketika ada seseorang yang baru datang menghampirinya dan semakin memperumit keadaan.


3)  MAY WHO

sumber: google.com

      Nah, kalau untuk film ini saya lagi sangat gila-gilanya. Ini entah film Thailand yang keberapa kalinya saya tonton. Tapi, termasuk film yang baru. Dan sama seperti film-film lainnya, sangat menghibur.
      Genrenya juga komedi romantis ditambah dengan alur cerita yang sangat menarik. Singkatnya, ada seorang anak laki-laki bernama Pong yang tidak memiliki kelompok di sekolahnya. Sehingga dia merupakan anak yang pendiam. Tetapi, dibalik itu semua dia sangat jago menggambar. Dia menyukai teman sekelasnya, Pong selalu menggambar perempuan yang disukainya itu dalam buku tulis sehingga membentuk edisi seperti komik. Sampai suatu hari, seorang anak perempuan bernama May Who menyebarkan salah satu komik Pong yang kebetulan berbau sedikit porno (tapi tetap lucu). Disitulah awal cerita film ini. Pong kemudian membantu May Who untuk bisa dekat dengan Kak Fame (orang yang disukai May Who) dan May Who membantu Pong untuk dekat dengan perempuan yang ia suka (saya lupa namanya siapa). Dan yang membuat film ini unik, yaitu May Who yang punya kemampuan untuk menghasilkan listrik saat jantungnya berdetak kencang.
     Wow, tentunya saat menarik, kan?


4)  ATM ER RAK ERROR

sumber: google.com

     Film ini bercerita tentang sepasang karyawan yang diam-diam menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Kenapa harus diam-diam? Karena, di perusahan tempat mereka bekerja, terdapat larangan untuk berpacaran antarsesama karyawan. Disaat yang bersamaan pula, terjadi masalah. Yakni salah satu ATM di sebuah kota, mengalami kerusakan. Ya, ATM itu mengeluarkan jumlah uang dua kali lipat dari yang kita ambil. Mereka pun membuat kesepakatan, bahwa siapa yang mampu menyelesaikan masalah ATM tersebut, maka yang lainnya akan mengalah untuk keluar dari perusahaan itu. Jadi, menurut kalian bagaimana akhir dari film ini?

5)  FIRST KISS

sumber: google.com

      Percayakah kalian, jika ciuman pertama itu dapat menggambarkan hubungan percintaan kalian di masa depan?
      Itu adalah awal konflik dari film ini. First Kiss menceritakan seorang wanita yang berumur cukup dewasa -secara tidak sengaja- dicium oleh seorang anak laki-laki SMA bernama Bass. Cinta beda usia pun, menjadi penghalang yang cukup berat bagi mereka. Terlebih Bass yang diperintahkan oleh Ayahnya untuk kuliah di luar negeri.
      Melalui film ini, kalian akan belajar bagaimana cinta tidak mengenal umur dan waktu.


6)  I'M FINE, THANK YOU, LOVE YOU

 
sumber: google.com

     Cinta lahir bukan dari pertemuan singkat dan kesenangan semata, tetapi Cinta itu lahir dari proses yang dilalui dan usaha yang pantang menyerah.

     Itu pesan yang dapat saya simpulkan setelah menonton film ini. Singkat ceritanya, ada seorang laki-laki yang berusaha belajar bahasa Inggris untuk bisa menemui orang yang dicintainya. Karena, orang tersebut bekerja dan pindah ke luar negeri. Ia pun meminta bantuan seorang perempuan yang memiliki tempat kursus bahasa Inggris yang juga sekaligus teman wanita yang ia sukai itu.
     Dari pesan yang saya simpulkan tadi, bisakah kalian tebak bagaimana alur cerita film ini?
     Tentunya, kalian harus menonton film ini. Karena, melalui film ini kalian pasti akan tahu bagaimana usaha seseorang untuk bisa mendapatkan apa yang ia inginkan, sementara ia lupa apa yang sebenarnya ia butuhkan.


7)  HELLO STRANGER
 
sumber: google.com
    Saya rasa, kebanyakan dari kalian juga sudah pernah menonton film ini. Yap! Karena film ini cukup terkenal dan sering menjadi rekomendasi film Thailand.
    Bercerita tentang dua orang Thailand yang sedang pergi liburan ke Korea. Mereka berangkat sebagai dua orang asing yang tidak saling kenal, berada dalam satu pesawat, dan sesampainya di Korea mereka menjalani liburannya masing-masing. Sampai suatu saat, mereka bertemu di Korea. Kebetulan, yang si cowok terpisah dari rombongannya, kemudian karena dia bertemu dengan seorang cewek yang juga dari Thailand, maka cowok itu pun meminta tolong kepada cewek Thailand itu untuk menemaninya di Korea sampai rombongannya kembali lagi.
   Tetapi, setelah rombongannya kembali, cowok itu justru lebih merasa nyaman saat berkeliling Korea bersama cewek Thailand yang baru ditemuinya itu. Selebihnya, saya rasa kalian sudah bisa menduga bagaimana kelanjutannya.
   Keunikan dari film ini, tergambar dari judulnya. Hello Stranger. Yang mana, mereka membuat kesepakatan untuk tidak saling mengetahui nama masing-masing. Hal itu agar mereka dapat memanggil nama masing-masing dengan sebutan apa saja, yang mereka sukai.


8)  SUDDENLY, IT'S MAGIC!

sumber: google.com

     Kalau film yang satu ini, menceritakan tentang sepasang kekasih yang berbeda negara, berbeda pekerjaan, berbeda latar belakang. Yang cowoknya bernama Marcus, orang Thailand, seorang artis, dan tentunya sangat terkenal di negaranya. Sedangkan yang cewek, bernama Joey yang seorang pembuat cupcake, dan merupakan anak simpanan dari gubernur di Filipina.
    Cukup rumit dan mengaduk hati. Intinya, cerita ini sangat romantis. Oh ya, sebenarnya ini bukan film Thailand, melainkan film Filipina. Tapi, tetap seru untuk dinikmati bersama pasangan kalian. :')


9) BANGKOK TRAFFIC LOVE STORY

sumber: google.com
 
    Menceritakan seorang gadis yang sejak lahir tidak pernah pacaran. Sehingga, ketika telah cukup berumur untuk menikah dia masih belum memiliki pasangan. Suatu ketika, dia bertemu seorang lelaki tampan yang disukainya. Saat itu ia berusaha untuk dapat mendekati lelaki itu. Lucunya, dia sering merusak barang-barang milik cowok itu secara tak sengaja.
   Sampai suatu hari, gadis itu mengetahui bahwa cowok yang ia sukai itu akan kuliah di luar negeri. Akhir dari kisah ini? Kalian harus menontonnya sendiri.


10)  YOU ARE THE APPLE OF MY EYE

sumber: google.com

   Oke, untuk pilihan film terakhir ini memang out of the topic. Karena bukan film Thailand, melainkan film China. Tetapi, ini tidak mempengaruhi cerita di dalamnya, kan?
   Film ini diangkat dari kisah nyata.
   Bercerita tentang seorang anak laki-laki yang nakal di sekolahnya, kemudian mendapat bimbingan dari perempuan paling pintar di sekolahnya. Mungkin, kalian bisa menebak bagaimana jalan ceritanya. Tetapi, semuanya akan berbeda jika kalian menonton film ini.
   Film ini mengajarkan bahwa kalimat, "Ketika kamu sangat-sangat menyukai seorang wanita. Ketika ada seseorang yang mengasihinya dan mencintainya, maka kamu akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia agar bahagia selamanya." itu benar-benar ada.




*****


Nah, sekian dulu untuk postingan kali ini.

By the way, hampir semua film Thailand yang saya sebutkan diatas adalah produksi dari GTH. Mungkin, kalian bisa searching di Google, beberapa film GTH yang menarik lainnya.

Dan tidak lupa juga saya sampaikan bahwa, tokoh laki-laki maupun perempuannya keren-keren semuaa...

Jika kalian sudah menonton semuanya, pasti akan ada beberapa wajah artis Thailand yang familiar bagi kalian., seperti Mario Maurer (ini mah, udah nggak asing lagi yah),


Bangkok Traffic Love Story

Chantavit Dhanasevi

Sunny Suwanmethanon

Bank Thiti

Yang paling keren versi saya, sih, yaa Bank Thiti. :))))
Itu loh, yang pemain Pong dalam film May Who.

Oke lah ya, sekian yang dapat saya posting malam ini.
Doakan semoga saya bisa terus posting yang lain-lainnya lagi yaa, karena jujur aja, saya lagi niat banget mau nulis. Tapi, setelah laptop dinyalakan, tujuan langsung buyar. Malah nyari file movies dan berakhir dengan mata panda karna seharian kejaannya cuma nonton film-_-


Oh ya, di postingan sebelumnya saya juga pernah nulis kalau ikut seleksi Bina Antarbudaya kan? kalau kalian lupa, nih linknya untuk dibaca lagi :D


Nah, rencananya saya ingin menulis lanjutan dari seleksi ini. Sebenarnya sih, pengumuman hasilnya udah lama. Lama banget malah, tapi karena baru sempat ya, jadi gak apa-apa ya, lama :D
And I'm sure that it will surprise you!


    Pernahkah?

    Pernahkah tiba-tiba kalian mengingat seseorang?

    Seseorang yang telah lama tidak terpikirkan oleh otak, kemudian mendadak menjadi pusat ingatan kalian.

    Pernahkah kalian merasa terdorong untuk melakukan suatu hal yang sepertinya harus kalian lakukan?

    Sesuatu yang tidak tau kenapa kalian ingin sekali melakukannya.

    Pernahkah kalian merasa lelah pada titik tertentu dalam hidup kalian?

    Titik dimana kalian ingin melakukan sesuatu yang bisa merubah hidup kalian suatu saat nanti.

    Pernahkah kalian merasa takut dan gugup pada seseorang atau suatu hal?

    Yang kalian sendiri tidak tau apa penyebabnya, berapa lama akan terus seperti ini, dan bagaimana cara mengatasinya.

    Pernahkah kalian memiliki banyak harapan dan mimpi namun sampai sekarang kalian bahkan belum melakukan apapun?

    Harapan dan mimpi yang entah sampai kapan hanya terkubur di dalam hati dan kepala kalian.

    Pernahkah kalian merasa bingung harus berbuat apa dan ingin mengistirahatkan diri begitu lama?

    Rasa lelah yang entah kapan akan berhenti.

    *****

    Kurasakan semua itu sekarang.
    Semuanya muncul secara bersamaan.
    Menumbuk hati dan pikiran yang beku.

    Terlalu sering diam dan takut melangkah.
    Hingga akhirnya justru kehilangan banyak jalan.
    Aku harus berhenti seperti ini.
    Aku harus melangkah lebih cepat, lebih berani, dan lebih yakin.

    Karena ada suatu hal yang menungguku di ujung jalan.

    Mimpi dan harapan.

    Pizza dan Mie Ayam

    Senin, 09 Mei 2016



     
    Hello guysss!!!

    Apa kabarnya kalian hari ini??

    Semoga baik-baik aja dan bahagia terus, yaa.. :’)

    Nah, pada kesempatan ini gue mau berbagi cerita. Ya, pengalaman gue tentang “Kesan Pertama”. Mungkin cukup klise, tapi dari pengalaman ini gue berharap kita bisa mendapatkan suatu pelajaran yang berharga.
    Gue bijak banget malam ini.




    ***



    Semua ini bermula saat gue kerja kelompok di salah satu rumah teman. Waktu itu hari Jum’at dan tepat setelah shalat jum’at, salah seorang teman cowok yang juga tergabung dalam kelompok gue datang. Sebenarnya, tugas kelompok itu nggak susah, sih. Kita cuma disuruh bikin manisan. Setelah semuanya selesai, gue dan teman-teman memutuskan untuk beli pizza di salah satu tempat makan yang beberapa bulan lalu baru aja buka cabang di Banjarmasin. Dua orang teman gue yang udah pernah nyoba makanan itu, sering banget cerita ke teman-teman betapa enaknya pizza itu. Itulah kenapa, saat kami selesai ngerjain tugas, kami langsung setuju kalau mau makan pizza itu bareng-bareng.

    Tapi, berhubung jarak tempat makan itu dari rumah teman gue lumayan jauh. Kami pun memutuskan untuk menyuruh salah satu teman kami untuk beli kesana. Singkat cerita, setelah teman gue balik dan membawa empat bungkus pizza, kita langsung melahap pizza itu.

    Gue juga bingung sendiri.

    Apa itu karena sugesti dari teman-teman yang selalu cerita kalau pizza di tempat itu enak banget atau karena emang gue lagi laper banget, yang jelas waktu gue makan pizza itu rasanya ENAK BANGET. FYI, kami memesan 4 pizza yang berbeda. Dan karna saking nafsunya, gue nyicipin semua pizza itu. Whahahahaha... 

    Setelah kerja kelompok itu, gue pun berkeinginan untuk makan pizza itu lagi. Nggak tau kenapa sering kebayang legitnya keju di pizza itu, rasanya, dagingnya (yang entah gue gak tau itu daging apa), pokoknya kepikiran terus. Lebih sering ngebayangin pizza itu daripada ngebayangin wajah gebetan.

    Gue bahkan sampai nangis-nangis minta ditemenin untuk makan di sana sama Mama. :v

    Dan, tepat malam ini gue kesana.



    Yap, setelah waktu isya tadi, gue bergegas pergi kesana sama mama. Ya, kalau jalan-jalan gue emang seringnya sama mama. Maklum lah, gue kan anak yang berbakti sama orang tua. Jadi, sering banget ngajakin mama jalan-jalan. Apalagi kalau malam minggu.

    Bilang aja kalau nggak ada yang nemenin, Tik. DASAR JOMBLO!




    Oke, kembali ke cerita tadi, sama seperti apa yang teman-teman gue lakukan, gue pun juga promosiin pizza itu ke mama. Gue memuji kalau pizza itu enak banget, kejunya banyak, dagingnya enak, dan berbagai rayuan maut lainnya. Waktu itu gue bilang ke mama,  “Kalau mama nggak suka, nanti Tika makan semua pizzanya.” Mama cuma diam dan menatap gue penuh keraguan.
    Setelah memesan dan menunggu cukup lama, akhirnya pizza itu datang.



    Dan kalian tau apa yang selanjutnya terjadi?



    Tepat seperti dugaan kalian. Mama gue nggak suka sama pizza itu.

    Dan sesuai ucapan gue tadi, gue yang ngehabisiin pizza itu.
    By the way, sebenarnya gue nggak makan semuanya juga. Jadi, beberapa yang udah nggak sanggup gue makan, dibungkus. :v

    Itulah yang terjadi pada malam ini.




    ***




    Jujur, dari kejadian malam ini bukan masalah pizzanya yang nggak disukai oleh mama gue. Mulai dari awal, gue juga sudah menduga kalau mama pasti nggak suka makan begituan. Tau lah, lidahnya ibu-ibu.. -_- tapi, ada hal yang lebih mengejutkan gue lagi.


    Saat makan pizza itu, tiba-tiba gue juga merasa nggak suka dengan pizza tersebut.


    Gue juga nggak ngerti. Selera gue tiba-tiba hilang waktu makan, bahkan sejak gigitan pertama. Entah itu karena pengaruh dari mama yang sudah merasa nggak yakin dengan makanan tersebut – sehingga gue juga terpengaruh untuk tidak suka dengan pizza itu atau karena memang rasa pizza itu berbeda dengan pizza yang gue makan saat bersama teman-teman gue.

    Tapi, berhubung di awal tadi gue udah bilang mau makan semuanya, saat ngerasa udah nggak selera makan lagi gue tetap memaksakan makan pizza itu. Dalam hati gue berucap, “Mampus deh, makan segini banyaknya.”

    Gue sempat nanya ke mama, kenapa rasa pizza itu beda banget sama yang waktu itu gue makan bareng teman-teman. Dan mama menjawab, “Karena kamu makannya waktu lagi kelaparan, makanya jadi enak. Apalagi itu ditraktir teman, kan!”

    Gue terdiam mendengarnya dan kalau dipikir-pikir lagi, apa yang mama bilang itu ada benarnya juga.
    Tapi, selama perjalanan pulang gue terus memikirkan hal ini.

    Sampai gue mendapatkan kesimpulan yang tepat:

    “Kesan pertama tidak selalu menjamin keputusan yang tepat.”
     – Nur Atika.



    Mengapa?

    Seperti kejadian yang gue alami malam ini, kalian pasti sudah bisa menangkap maksud yang gue sampaikan.

    Contoh lain, gue akan menganalogikannya dalam pengalaman gue yang lain.

    Beberapa bulan yang lalu, gue dan mama mampir ke salah satu kafe yang tidak terlalu jauh dari rumah. Di sana, kami memesan salah satu menu yaitu mie ayam. Dan ketika kami mencicipinya, kami menilai bahwa mie ayam di cafe itu enak. Saat itu, kami meyakini bahwa kafe tersebut memiliki menu-menu yang enak untuk dinikmati.

    Pada kunjungan kedua, kami mulai beralih pada menu lainnya. Dan diluar dugaan kami, makanan itu kurang memuaskan. Kunjungan kedua, sedikit mengecewakan bagi kami. Semenjak itu, saat kami mampir kesana kami hanya memesan mie ayam.

    Dari pengalaman inilah, gue semakin yakin. Bahwa kesan pertama tidak selalu menjamin kita untuk menilai sesuatu secara tepat. Hal ini bisa menjadi cerminan kita dalam kehidupan sehari-hari.
    Selama di motor, gue terus berpikir betapa seringnya kesalahan ini gue lakukan.

    Mungkin di antara kalian ada yang pernah melakukan hal ini:


    • Ketika kalian bertemu orang yang baru dikenal, kemudian langsung menilai watak orang tersebut di dalam hati.

    • Atau ketika kalian bertemu dengan seseorang, mengobrol, kemudian merasa nyaman, sehingga pada saat itu juga kalian sangat merasa cocok bersama orang tersebut.
     
    Bagi kalian yang pernah melakukan hal ini (termasuk juga gue sendiri), sepertinya kita harus berhenti melakukan hal ini. Karena pada dasarnya, kita tidak bisa menilai sesuatu secara instan saat kita pertama kali mengenal hal tersebut. Kesan pertama bisa menjadi sesuatu yang baik atau bisa juga menjadi sesuatu yang buruk.

    Hidup ini penuh dengan hal  yang tidak terduga, bukan?

    Itulah mengapa, gue nggak mau lagi tertipu dengan “kesan pertama”.

    Secara tidak langsung, ketika kita bertemu dengan hal yang baru untuk pertama kalinya kita akan sangat tertarik dan terpesona dengan hal tersebut. Hingga memutuskan untuk menilai bahwa apa yang baru kita kenal itu adalah sesuatu yang sangat baik. Namun, tidak jarang yang justru kita dapatkan adalah sesuatu yang tidak kita inginkan. Kalian mengerti maksudnya? Ya, seperti – hal yang membuat kalian tertarik pada awalnya, tetapi setelah didalami kembali ternyata tidak sesuai dengan ekspetasi kalian.

    Itulah yang gue maksudkan.

    Tanpa kita sadari, kita sering terjebak dengan “kesan pertama”. Nah, terus bagaimana cara kita mengatasinya?

    Seperti quotes yang (mungkin) sudah sering kalian dengar, “Don’t judge the book by its cover.”
    Begitu juga kesan pertama. Jangan langsung menilai saat baru pertama kali kita mengenal sesuatu yang baru.

    Cover buku tidak pernah menjamin isi dari dalam buku tersebut. Kesan pertama tidak bisa memberikan pandangan secara menyeluruh mengenai sesuatu. Untuk membuat keputusan dan penilaian tentunya harus berdasarkan proses yang kita lakukan berulang kali.

    Seperti kecerobohan gue, yang menilai makanan hanya karena saat itu gue lagi laper-lapernya dan ketika kunjungan kedua gue tidak lagi merasakan selera yang sama. Begitu juga saat kita mengenal hal baru. Jangan hanya karena “kesan pertama” yang menyenangkan atau mengecewakan, lalu kita langsung menilai dan memutuskan bahwa hal tersebut baik atau buruk bagi kita. 

    Ingatlah, bahwa penilaian itu diambil berdasarkan proses dan waktu yang telah dilalui berulang kali. Bukan berdasarkan “kesan pertama” yang kita dapatkan.


    So, bijaklah dalam mengenal dan menilai sesuatu.












    Dan jangan biarkan “kesan pertama” menjebakmu pada orang yang salah. :)
    -          -    Nur Atika

    New Experience

    Minggu, 01 Mei 2016

    Hello, guys!! ^_^

    Akhirnya, setelah sekian lama gak ngeblog. Sekarang baru bisa dapat kesempatan untuk nulis blog lagi. Maklumlah, sibuk banget ngerjain tugas sekolah dan berbagai urusan lainnya yang menyita waktu, jadi gak ada kesempatan untuk nulis. HMMM... jujur, akhir-akhir ini gue merasa banyak pengalaman yang gue dapatkan. Dan sebagian, akan gue bagikan juga disini.



    Yap!
    Gue dapat teman baru.. YEAYY!!! \(^_^)/
    Namanya Rebecca dan dia berasal dari Italia. Dia adalah salah seorang peserta yang mengikuti program "Student Exchange" yang diadakan oleh AFS. Cerita awal gue bisa kenalan sama dia berawal dari tugas interview yang diberikan oleh guru bahasa inggris di sekolah.

    Saat itu, gue dan beberapa teman lainnya diberi tugas untuk mewawancarai orang lain dalam bahasa inggris. Sebenarnya sih, nggak diwajibkan untuk mewawancarai orang asing. Tapi, kalau kita bisa dapat orang asing untuk diwawancarai, you know lah... wkwkkwk., kita pasti bakalan dapat nilai lebih tinggi. Dan itulah yang gue dan teman gue lakukan. wkkwk

    Kebetulan, sekolah gue tahun lalu juga mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri. Dan gue juga kenal sama kakak kelas yang ikut program itu. So, gue minta contact host family-nya Rebecca ini. Dari saudara angkatnya, gue dapat contactnya Rebecca dan kami pun janjian untuk melakukan interview itu.

    Jujur, ini adalah pengalaman pertama gue bisa ngobrol santai sama orang luar. Ya, itu karena Rebecca ini sudah hampir 1 tahun tinggal di Indonesia, tepatnya Banjarmasin. Dia bahkan lumayan bisa berbahasa banjar. Salut banget deh, sama dia.. :)

    By the way, Rebecca ini sekolah di SMA yang berbeda sama gue. Padahal, tahun lalu sekolah gue juga ikutan program "Student Exchange", seperti yang gue jelaskan sebelumnya. Tapi, gue juga kurang tahu kenapa tahun ini program itu nggak diadakan lagi.

    Oh ya, sedikit berbagi info. Gue juga mau ngasih tau sesuatu.



    hmm..

    Sebelumnya, gue ada menyebutkan tentang AFS. Nah, kalian tahu nggak sih, AFS itu apa?


    AFS itu... bisa kalian cari tau sendiri di google. hahaaha...

    Intinya, AFS itu  merupakan suatu program dari organisasi Bina Antarbudaya yang menyelenggarakan program pertukaran pelajar ke luar negeri.

    Organisasi ini bersifat volunteer, non profit, non pemerintah. Jadi, berbasis sukarelawan gitu. Untuk program "Student Exchange" itu sendiri, terdiri dari 3 kategori, ada program AFS Year, KL-YES, dan Short Program.

    Yang paling enak itu program KL-YES. Soalnya, kalau nggak salah temen gue pernah bilang, kalau program YES itu semua biayanya GRATIS alias kita dapat beasiswa. Dan point pentingnya, justru kita malah dikasih uang saku gitu. Enak banget, kan ya... hmm.. Tapi, program ini cuma berbatas hanya untuk negara tujuan USA.

    Sedangkan untuk negara dengan tujuan yang beragam, bisa kita dapatkan dalam program AFS Year. Kalau program ini, negara tujuannya lebih banyak. Bisa di benua Asia, Eropa, atau Amerika. Untuk program YES dan AFS ini, berjangka waktu sekitar 1 tahun. Jadi, kalau kita ikut program ini maka kita harus merelakan satu tahun sekolah kita untuk jalan-jalan belajar ke luar negeri.

    Oleh karena itu, dibuatlah program terbaru. Yaitu, Short Program. Gue sih, kurang tau dengan program ini. Intinya, kalau kita memilih program yang ini, kita tidak akan ketinggalan satu tahun sekolah. Ya, sama seperti judulnya, short program. Maka, program ini hanya berjangka waktu pendek dan lebih intensif gitu.

    Tapi, kakak kelas gue yang pernah ikutan pertukaran pelajar ini bilang, "Seperti ucapan Anies Baswedan yang terkenal. Tertinggal satu tahun untuk AFS itu bagaikan ketapel. Kita ditarik mundur sedikit untuk dilempar sejauh-jauhnya."

    Dan menurut gue pribadi, program ini merupakan kesempatan yang baik. Tidak ada yang pernah tau bagaimana rasanya dan pengalaman apa yang bisa kita dapatkan nanti. Di luar sana, banyak hal yang masih perlu kita ketahui. Dan dengan program ini, rasa ingin tahu gue terpacu. Itulah kenapa gue memutuskan untuk ikut program ini.

    Yapp!!!

    Berita selanjutnya adalah keikutsertaan gue dalam program ini. hahhahaha... #berita #ini #maksa #banget #nggak #penting #lewatin #aja

    Oke, buat kalian yang masih kepo, hehehehe..

     Setelah sosialisasi yang dilakukan oleh kakak kelas gue tersebut, gue dan beberapa teman lainnya tertarik untuk ikut. Ya, kalau pun gagal paling nggak gue udah tahu rasanya mencoba itu gimana. Prosesnya sendiri sih, bisa dibilang cukup lama.

    Seleksinya terbagi dalam 3 tahap. Tes pertama, merupakan tes tertulis yang dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama menjawab 100 soal Pengetahuan Umum, sesi kedua menjawab 50 soal Bahasa Inggris, dan sesi ketiga menulis esai berdasarkan topik yang disediakan. Dan Alhamdulillah, gue sudah melaksanakan tes pertama itu hari ini.
     ya, mulai jam 9 sampai jam 4 sore, gue ke salah satu lembaga les yang menjadi tempat pelaksanaan tes itu. Soalnya sih, ya lumayan lah..






    Lumayan SUSAH, maksud gue..

    Kalau pun gue lolos tahap pertama ini, gue akan lanjut tahap kedua: Wawancara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

    Doain ya, semoga gue lolos dan bisa lanjut seleksi berikutnya.. aminnnn :-)

    Nah, kalau misalkan gue lolos lagi, maka tahap terakhir. Ditahap ini, kita akan dikelompokkan. Nah, nanti kita akan diberi suatu barang dan membuat sesuatu gitu. Pokoknya, kayak kerja sama kelompok gitu deh. Ini untuk mengetahui kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah, kalau gak salah.

    Kalau kalian mau tau tentang AFS Bina Antarbudaya itu, bisa klik link di bawah ini,
    afsIndonesia.org

    Oke, kayaknya segini dulu yang bisa gue tulis malam ini. Maklum, gue capek banget. Besok kebetulan Hari Pendidikan Nasional dan sekolah gue ngadain lomba masak gitu. Makanya, lagi sibuk juga nyiapin perlengkapan masak gitu (sok banget, padahal cuma kebagian tugas bawa blender sama gula merah) -_-

    Nah, sampai ketemu di lain waktu yaa...


    Inget loh, doain gue lolos seleksi yaa.. Thank You.. :*



    Yakin?

    Minggu, 10 April 2016



    Untuk beberapa saat, aku sempat terdiam di hadapan layar ponselku sendiri. Memang benar katamu, aku sudah jarang menulis lagi. Itu karena aku tidak tau ingin menulis apa di blog ini. Dan ketika aku punya inspirasi pun, aku justru bingung bagaimana harus menuliskannya.
    Seperti postingan kali ini. Aku bingung harus  mulai darimana. Semuanya terlihat rumit dan buram. Sempat beberapa kali aku berhenti mengetikkan jari, lalu memikirkan lagi. Apa yang harus aku tulis. Aku juga tidak tau kenapa bisa begini.
    Rasanya sudah tak sama lagi.


    *****


    Yakin?



    Itulah pertanyaan terakhirmu yang kuingat. Entahlah.

    Saat kubaca pesanmu yang terakhir itu, untuk beberapa detik aku terdiam sejenak. Namun, dengan segera kujawab tanpa pikir panjang lagi.
    Ya, rasanya aku sudah tidak ingin memikirkan hal ini (lagi). Aku tidak mau menimbang-nimbang keputusan yang pada akhirnya justru membuatku ragu, kemudian berubah pikiran. Itulah sebabnya, aku segera memutuskan. Ketika kau bertanya apa aku yakin? Sejujurnya, aku juga tidak tau. Tapi yang jelas, untuk saat ini itulah keputusan yang terbaik (menurutku).

    Kau tau? Setelah chattingan itu berakhir. Aku hanya diam dan terus membaca ulang obrolan kita. Berulang kali juga aku memikirkan hal itu lagi. Menurutmu, apa keputusanku ini salah? Beberapa kali kutanyakan hal ini pada orang-orang terdekatku. Dan mereka mengatakan hal yang sama. Mereka bilang, apa yang kulakukan ini sudah benar. Dan jujur, itu sedikit membuatku lega.

    Maaf, aku tidak tau apa yang kau pikirkan jika membaca postingan ini. Aku juga tidak tau bagaimana reaksimu sebenarnya saat aku bilang, bahwa lebih baik kita tidak lagi chattingan atau apapun itu. Tapi yang jelas, ketika kau kembali menyapaku, saat itu juga ingatanku kembali berputar. Aku ingat saat aku dan sahabatku bertemu dan dia bercerita tentangmu.

    "Tik, pacarnya udah tau kalau dia chattingan sama kamu."

    Setidaknya, seperti itu yang dikatakan sahabatku. Oke, aku tidak akan bertanya bagaimana responnya terhadapku. Karna sudah sangat jelas, bahwa pacarmu pasti tidak akan menyukai keberadaanku. Terlebih, ketika sahabatku bilang bahwa yang menceritakanku pada pacarmu, adalah kamu sendiri.

    Jujur, saat itu aku benar-benar tak bisa berpikir. Aku bingung ingin bicara apa dan harus berbuat apa. Kemudian, setelah terdiam cukup lama. Aku memutuskan pada sahabatku, jika pacarmu kembali bertanya tentangku maka ceritakan saja semuanya. Agar semuanya jelas dan pacarmu tidak salah paham denganku. Dan setelah obrolan itu selesai, aku tidak membahas masalah itu lagi.

    Sampai akhirnya kau kembali menyapaku. Jujur saja, aku baru bisa menulis hal ini hari ini karna sejak kemarin aku masih tak percaya dengan keputusan yang kubuat sendiri. Kau datang dan berbasa-basi sejenak. Kemudian melarangku untuk memberitahukan apapun pada sahabatku.

    Astaga.
    Entahlah. Kurasa kau membuatku berada di situasi yang sulit. Saat itu, kita kembali membahas masalah itu. Kau bilang, kau tak punya tempat untuk curhat itulah sebabnya kau datang padaku. Hmmm.. bolehkah aku mengatakan sesuatu?

    Begini, aku mengerti jika kau tak tau harus bercerita pada siapa tentang masalahmu itu. Tapi sadarkah kamu? Dengan kamu curhat padaku, itu sama saja membuat masalah jadi semakin rumit. Kamu bilang, semua akan baik-baik saja selama aku tidak mengatakan tentang ini pada siapa pun. Termasuk pada sahabatku sendiri. Are you seriously? Saat membaca pesan itu, aku sampai melongo saking tak percayanya.

    Jujur ya, aku sempat menanyakan hal ini pada beberapa teman SMAku. Dan mereka selalu memberi jawaban yang hampir sama.

    "Kamu itu harus berhenti chattingan sama dia, Tik."
    "Jangan jadi PHO, Tik."
    "Astaga, Atika.."
    "Nanti kalo dia chat lagi, jangan dibalas lagi."
    "Read aja, Tik."
    "Jauhin dia, Tik."
    Or something like that.

    Ya, mereka semua memberi saran yang sama. Untuk lebih baik aku menjauh saja. Lagipula, kamu bisa cari teman curhat yang lain. Yang bisa memberimu saran lebih baik dari aku. Selain itu, aku juga tidak mau dikira sebagai orang yang mengganggu hubunganmu. Terlebih, saat ini pacarmu sudah tau tentangku.

    Jadi, kuharap kamu bisa mengerti. Kenapa aku melakukan hal ini. Dan aku juga sama sekali tidak ada niat untuk memutus tali silahturahmi. Kita masih tetap berteman sama seperti biasanya. Hanya saja, lebih baik kita tak mengobrol lagi. Aku tidak tau sampai kapan seperti ini. Ikuti saja jalannya bagaimana nanti.


    Sky Burial: Pemakaman Langit di Tibet

    Jumat, 01 April 2016


    Halo, readers...

    Hari ini, gue mau berbagi info sama kalian. Yap!
    Tidak seperti postingan-postingan gue sebelumnya, postingan kali ini gue buat sekadar untuk nambah pengetahuan aja. Ya,, supaya blog gue ada manfaatnya dikit lah..  mengingat, dari dulu gue cuma posting tulisan-tulisan galau yang (sangat) tidak bermanfaat. 


    Oke, langsung aja ya..


    *****


    Sky Burial
    Atau yang bisa disebut juga Pemakaman Langit adalah suatu tradisi adat pemakaman di Tibet. Di mana, jasad yang sudah meninggal tidak dimakamkan seperti pada umumnya.

    Di sana, jasad yang telah meninggal didoakan terlebih dahulu. Kemudian dibawa ke puncak gunung yang mana terdapat banyak burung pemakan bangkai. Jasad tersebut ditelungkupkan dan disayat-sayat agar mengundang datangnya burung pemakan bangkai. Yang nantinya, burung pemakan bangkai akan memakan jasad tersebut. Tulang-belulangnya juga dihaluskan untuk mempermudah dimakan oleh burung-burung kecil. Terkadang, tengkoraknya juga dibawa pulang sebagai tempat minum.


    Memang, bagi kebanyakan orang hal tersebut sangat mengerikan. Namun, ini sudah menjadi tradisi di sana. Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka memilih untuk melakukan pemakaman dengan cara tersebut:
    1)Kondisi geografis. Letaknya yang berada di dataran tinggi dan berbatu tidak memungkinkan untuk melakukan penggalian tanah serta sulitnya mencari kayu bakar sehingga tidak bisa melakukan kremasi.
    2)Mayoritas penduduknya beragama Buddha Vajrayana yang meyakini adanya reinkarnasi. Mereka beranggapan bahwa setelah meninggal, roh atau jiwa manusia sampai ke nirwana dan jasadnya tidak ada artinya lagi. Dan lokasi ritual yang dipercaya merupakan pintu gerbang menuju nirwana. Sehingga lebih baik dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup lain yang lebih membutuhkan.
    3)Dari beberapa sumber menyebutkan, bahwa kebanyakan warganya merupakan vegetarian dan bukan pemakan daging. Oleh karena itu, jasad tersebut dimanfaatkan untuk pakan burung pemakan bangkai. Hal ini juga menjadikan orang yang telah meninggal tersebut, dapat berbuat kebaikan untuk membantu makhluk hidup lain atas meninggalnya.


    Ritual ini dilakukan oleh warga di Provinsi Qinghai, Tibet, Mongolia Dalam dan Mongolia. Perlu diketahui bahwa pemakaman ini dilakukan atas permintaan dari orang yang meninggal tersebut saat masih hidup atau setelah memperoleh izin dari pihak keluarga. Beberapa tulang belulang yang masih tersisa dikumpulkan dan dirangkai menjadi batu nisan yang nantinya akan diziarahi oleh para keluarga.

    Meskipun mengerikan, ritual ini juga menarik perhatian para wisatawan yang ingin menyaksikan pemakaman ini secara langsung.

    Dikutip dari: http://world-nesia.blogspot.co.id/2015/04/ritual-pemakaman-langit-yang-mengerikan.html?m=1
    https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pemakaman_langit
    Dan beberapa sumber lainnya.
     
    FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS